Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia! لِكُلِّ مُص۪يبَةٍ اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّٓا اِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Sinar-Sinar · hlm. 425
Sungguh, wafatnya Hâfız Ali, Hâfız Mehmed, dan Mehmed Zühdü bukan hanya kehilangan besar bagi kami dan bagi Isparta, melainkan juga bagi negeri ini dan bagi alam Islam. Akan tetapi, karena sampai sekarang, sebagai sebuah manifestasi inayah, setiap kali seorang murid Risale-i Nur hilang, seketika itu juga dua tiga orang lain muncul dengan corak yang sama, kami sangat berharap bahwa akan bermunculan murid-murid yang sungguh-sungguh — melebihi yang kami harapkan — yang akan menunaikan tugas para pahlawan itu dalam bentuk yang lain, dan mereka pun akan menyaksikannya. Lagi pula, ketiga mendiang yang penuh berkah itu telah menunaikan tugas keimanan seratus tahun dalam waktu yang singkat. Semoga Allah, Arhamur-Râhimîn, melimpahkan rahmat kepada mereka sebanyak huruf-huruf Nuriah yang mereka tulis, mereka sebarkan, dan mereka baca, amin!
Sampaikanlah takziah dariku kepada kerabat Hâfız Mehmed itu dan kepada desanya yang penuh berkah. Aku sendiri telah menjadikannya sahabat bagi Hâfız Ali dan Mehmed Zühdü, lalu memasukkan nama mereka bertiga ke dalam bagian aktab (para kutub) dari nama-nama para Ustaz-ku; dan Hâfız Âkif pun kujadikan sahabat bagi Âsım dan Lütfü.