Risale-i NurSinar-Sinar

Dua tiga saudara kita telah menemukan hiburan yang indah seperti berikut ini untuk diri mereka. Mereka berkata:

Sinar-Sinar · hlm. 423

"Di penjara ini sebagian saudara kita yang baru, karena satu dua jam perbuatan yang tidak sah, bersabar dan bertahan di dalam musibah ini selama satu dua tahun bahkan mungkin sepuluh tahun. Bahkan sebagian mereka bersyukur seraya berkata, 'Kami terselamatkan dari dosa-dosa yang lain.' Lalu mengapa kami mengeluhkan kesukaran yang penuh kebaikan selama enam tujuh bulan, padahal itu karena sebuah perbuatan yang paling sah dan karena khidmah iman melalui Risale-i Nur?" demikian kata mereka. Aku pun berkata kepada mereka: seribu bârakallâh!

Ya, dengan niat menyelamatkan imannya sendiri sekaligus iman orang lain, menanggung kesukaran lima sepuluh bulan karena sebuah khidmah yang penuh zauk, manis, penuh kebaikan, lagi kudus selama lima sepuluh tahun, dan karena sebuah

ubudiyah pemikiran yang tinggi, adalah sumber syukur dan kebanggaan.

Di dalam sebuah hadis beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika satu orang saja mendapat hidayah melalui dirimu, itu lebih baik daripada padang sahara yang penuh dengan domba dan kambing merah." Maka pikirkanlah, di sini, di pengadilan, dan di Ankara, betapa banyak manusia yang telah menyelamatkan iman mereka dari keraguan-keraguan yang dahsyat melalui tulisan dan khidmah kalian, dan betapa banyak lagi yang akan diselamatkan; lalu bersyukurlah di dalam kesabaran dengan rida yang sempurna.

Jika Partai Rakyat yang berkuasa di Ankara bersikeras menentang kitab-kitab Risale-i Nur yang kuat yang telah sampai ke sana dan tidak berusaha melindunginya dengan niat berdamai, maka tempat kami yang paling nyaman adalah penjara; dan itu menjadi tanda bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah telah menyatukan Bolshevisme dengan zandaqah, sehingga pemerintah terpaksa mendengarkan mereka. Ketika itu Risale-i Nur akan menarik diri dan berhenti, lalu musibah lahir dan batin mulai menyerang.

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اَلَمْ يَاْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ sesuai dengan ayat-ayat yang mulia ini diberitakan bahwa dari kalangan jin pun datang rasul; maka inilah jawaban yang diberikan Ustaz kami atas pertanyaan yang diajukan untuk menyelesaikan kesulitan dalam masalah ini:

Saudaraku yang Aziz!

Sungguh, pertanyaanmu ini sangat penting. Akan tetapi, karena tugas Risale-i Nur yang paling penting adalah menyelamatkan umat manusia dari jalan yang sesat dan dari kufur mutlak, persoalan-persoalan semacam ini belum mendapat giliran, dan ia tidak membuka pembahasan tentangnya. Kaum Salaf as-Salih pun tidak banyak membicarakannya. Sebab, dalam urusan gaib dan tidak terlihat semacam itu mudah terjadi penyalahgunaan. Lagi pula, para penipu dapat menjadikannya sarana untuk memamerkan diri. Sebagaimana kini para pemanggil arwah melakukan penipuan dengan nama "berhubungan dengan jin"; karena mereka menjadikannya alat yang merugikan agama, hal itu tidak banyak dijadikan bahan pembicaraan. Lagi pula, setelah Khâtamul-Anbiya صلى الله عليه وسلم tidak ada nabi yang datang di kalangan jin.

Lagi pula, untuk membatalkan paham materialisme yang pada zaman ini menjadi wabah bagi umat manusia, Risale-i Nur telah berusaha membuktikan wujud jin dan makhluk-makhluk ruhani dengan hujah-hujah yang pasti; ia memandang persoalan ini pada derajat ketiga dan menyerahkan perinciannya kepada orang lain. Boleh jadi, insyaallah, seorang murid Risale-i Nur akan menafsirkan Surah Ar-Rahman lalu menyelesaikan persoalan ini pula.