Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, tidak tergoyahkan, serta memahami jati diri dan nilai tawakal!

Sinar-Sinar · hlm. 422

Sudah dua puluh tahun aku tidak memiliki keinginan untuk membaca ataupun menanyakan satu surat kabar pun; namun dengan sangat menyesal, semata-mata demi hati sebagian saudara kita yang lemah, hari ini aku melihat satu pembahasan di sebuah surat kabar. Dari situ aku mengetahui bahwa arus-arus penting di balik tabir dan di atas tabir

sedang memainkan peran. Karena kamilah yang tampak di medan, kami disangka memiliki kaitan dengan arus-arus itu.

Insya Allah, empat peti risalah Risale-i Nur yang kuat dan tidak terbantahkan serta buku-buku pembelaan yang sangat pasti itu akan membuahkan hasil yang baik bagi kami, juga bagi iman, Al-Qur'an, dan Islam. Kami tidak mencampuri urusan dunia mereka, dan sampai kini mereka belum dapat menetapkan dari sisi mana pun bahwa kami akan mencampurinya. Dengan terpaksa, Ankara meminta seluruh Risale-i Nur untuk diperiksa.

Selama hakikatnya demikian; selama sampai kini kami telah melihat tajalli inayah Rabbani di dalam khidmah Risale-i Nur sampai pada tingkat yang tidak dapat diingkari, dan masing-masing kita telah merasakannya baik secara juz'i maupun menyeluruh; selama sekarang berbagai arus politik dan dunia sedang mengerahkan kekuatan untuk saling berhadapan; dan selama dari tangan kita tidak keluar sesuatu pun selain rida terhadap kada, berserah kepada takdir, serta hiburan besar lagi kudus yang diberikan oleh khidmah iman, Al-Qur'an, dan Nur — maka sudah pasti pekerjaan yang paling perlu bagi kita adalah tidak panik dan tidak berputus asa, saling menguatkan kekuatan maknawi, tidak takut, menghadapi musibah ini dengan tawakal, serta memandang kubah-kubah para wartawan gembar-gembor yang menjadikan biji menjadi kubah itu hanya sebagai biji, lalu sama sekali tidak mempedulikannya.

Kehidupan dunia ini, terlebih pada zaman ini dan di bawah syarat-syarat seperti ini, tidak memiliki nilai. Apa pun yang menimpa kepala, hendaklah diterima dengan lapang dada.