Risale-i NurSinar-Sinar

MAQAM KETIGA

Sinar-Sinar · hlm. 30

Maqam ini akan menerangkan secara ringkas tiga tanda menyeluruh tentang tauhid.

Dalil, tanda, dan hujah yang menunjukkan bahwa keesaan itu benar-benar terwujud dan ada tidak terhitung banyaknya. Karena ribuan burhan di antaranya telah diterangkan secara terperinci di dalam Sirajunnur, maka di dalam Maqam Ketiga ini dicukupkan dengan menerangkan tiga hujah menyeluruh saja secara ringkas. TANDA DAN HUJAH PERTAMA — yang kalimat وَحْدَهُ merupakan hasilnya. Pada segala sesuatu terdapat satu kesatuan. Sedangkan kesatuan itu menunjuk dan mengisyaratkan kepada Yang Wâhid. Ya, sebuah karya yang satu, dengan sangat nyata, terbit dari Pembuat yang satu. Yang satu pastilah datang dari yang satu. Karena pada segala sesuatu terdapat satu kesatuan, hal itu pasti menunjukkan bahwa semuanya adalah karya dan seni satu Zat saja. Ya, kainat ini laksana kuncup mawar yang terbungkus di dalam seribu tirai kesatuan. Bahkan ia adalah satu insan terbesar yang mengenakan kesatuan-kesatuan sebanyak jumlah asma dan perbuatan Allah yang menyeluruh. Bahkan ia adalah pohon Tuba penciptaan yang pada dahan-dahannya digantungkan kesatuan dan keesaan sebanyak jumlah jenis makhluk.

Ya, pengurusan kainat satu, pengaturannya satu, kerajaannya satu, stempelnya satu; satu, satu, satu, hingga sebanyak seribu satu kesatuan... Lagi pula, nama-nama dan perbuatan-perbuatan yang menggerakkan kainat ini satu, sementara masing-masingnya meliputi kainat atau sebagian besarnya. Yakni: hikmah yang bekerja di dalamnya satu, inayah-Nya satu, penataan-Nya satu, pemberian rezeki-Nya satu, rahmat yang bergegas menolong mereka yang membutuhkan satu, dan hujan yang menjadi pembagi syarbat rahmat itu pun satu; dan demikian seterusnya, satu, satu, satu, hingga ribuan kesatuan... Lagi pula, matahari yang menjadi tungku kainat ini satu, bulan yang menjadi lampunya satu, api yang menjadi juru masaknya satu, gunung yang menjadi gudang perbekalan dan tiang penyimpan khazanahnya satu, juru air dan pembawa airnya satu, dan spons yang menyirami kebun-kebun satu; dan demikian seterusnya, satu, satu, satu, hingga sebanyak seribu satu kesatuan...

Maka sekian banyak kesatuan dan keesaan di alam ini adalah hujah yang terang benderang, yang mengisyaratkan dan menunjuk kepada satu Zat Yang Wâhid lagi Ahad, yang tampak nyata bagaikan matahari. Lagi pula, masing-masing unsur dan jenis di dalam kainat — walaupun ia satu — meliputi seluruh muka bumi, masuk ke dalam satu sama lain, dan berpadu secara selaras

bahkan secara tolong-menolong; dan hal itu pasti merupakan tanda yang nyata bahwa Pemilik, Penguasa, dan Pembuatnya adalah satu. TANDA DAN HUJAH KEDUA — yang melahirkan kalimat لَا شَر۪يكَ لَهُ. Yaitu adanya keteraturan yang paling sempurna tanpa cacat, susunan yang paling indah dan serasi tanpa kurang, serta timbangan yang adil tanpa kezaliman, pada segala sesuatu di seluruh kainat, dari zarah hingga bintang-bintang. Ya, keteraturan yang sempurna dan timbangan yang serasi hanya dapat terwujud dengan kesatuan. Jika banyak tangan ikut campur dalam satu urusan, ia pasti mengacaukannya.

Engkau, kemarilah, dan lihatlah keagungan keteraturan ini: Dia telah menjadikan kainat ini sebuah istana yang demikian sempurna sehingga setiap batunya bersenikan sehalus sebuah istana; dan Dia telah menjadikannya sebuah kota yang demikian megah sehingga pemasukan dan pengeluarannya yang tak terhingga, serta barang-barang berharga dan rezekinya yang tak berujung, datang dari balik tabir gaib dengan keteraturan yang sempurna, tepat pada waktunya, dari tempat-tempat yang tidak disangka-sangka. Dan Dia telah mengubahnya menjadi sebuah kitab yang demikian sarat makna lagi menakjubkan bagaikan mukjizat sehingga setiap hurufnya mengungkapkan makna sebanyak seratus baris, setiap barisnya sebanyak seratus halaman, setiap halamannya sebanyak seratus bab, dan setiap babnya sebanyak seratus kitab. Dan seluruh babnya, halamannya, barisnya, katanya, serta hurufnya saling memandang dan saling menunjuk satu sama lain.

Dan kemarilah engkau, lihatlah kesempurnaan penataan di dalam keteraturan yang menakjubkan ini: kainat yang mahaluas ini demikian suci dan bersih, laksana sebuah kota beradab yang teramat bersih, bahkan laksana sebuah istana indah yang kebersihannya dijaga dengan sangat cermat, bahkan laksana seorang bidadari bermata jeli yang mengenakan tujuh puluh hullah berhias satu di atas yang lain, bahkan laksana kuncup mawar yang terbalut oleh tujuh puluh tabir lembut yang berhias.

Dan kemarilah engkau, lihatlah keadilan yang sempurna dari timbangan yang berada di dalam keteraturan dan kebersihan ini: makhluk-makhluk yang teramat kecil lagi halus serta hewan-hewan renik yang hanya dapat terlihat dengan pembesaran seribu kali, demikian pula bintang-bintang dan matahari-matahari yang seribu kali lebih besar daripada bumi, semuanya ditimbang dengan bobot dan ukuran timbangan dan neraca itu, lalu segala yang mereka perlukan diberikan kepada mereka tanpa kurang sedikit pun. Dan makhluk-makhluk yang teramat kecil itu, bersama ciptaan-ciptaan yang luar biasa besar itu, berdiri bahu-membahu di hadapan timbangan keadilan itu. Padahal, di antara yang besar-besar itu ada yang sekiranya kehilangan keseimbangannya walau sesaat saja, ia dapat menimbulkan pengaruh sedemikian rupa sehingga merusak keseimbangan alam dan meledakkan sebuah kiamat.

Dan kemarilah engkau, lihatlah keindahan dan keelokan yang luar biasa memikat di dalam keteraturan, kebersihan, dan timbangan ini: Dia telah memberikan kepada kainat yang mahaluas ini rupa sebuah hari raya yang teramat indah, sebuah pameran yang teramat berhias, dan sebuah musim semi yang bunga-bunganya baru saja mekar; dan musim semi yang mahaluas itu Dia jadikan sebuah pot bunga yang teramat indah, seikat karangan mawar

sedemikian rupa sehingga kepada setiap musim semi Dia berikan rupa sekuntum bunga megah bersulam ratusan ribu ukiran yang mekar di muka bumi dari musim ke musim. Dan setiap bunga di dalam musim semi itu Dia perindah dengan aneka ragam perhiasan. Ya, dengan manifestasi indah dari Asmaul Husna yang memiliki kebagusan dan keindahan pada tingkat yang tiada terhingga, setiap jenis di alam ini, bahkan setiap individunya, sesuai kadar kemampuannya, menjadi tempat tampaknya suatu kebagusan sedemikian rupa sehingga Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali berkata: لَيْسَ فِى الْاِمْكَانِ اَبْدَعُ مِمَّا كَانَ Yakni: "Di dalam lingkaran segala yang mungkin ada, tidak ada yang lebih menakjubkan dan lebih indah daripada segala yang telah tercipta ini."

Maka kebagusan yang meliputi segala sesuatu lagi memikat ini, kebersihan yang menyeluruh lagi luar biasa ini, timbangan yang menguasai, mencakup segalanya, lagi teramat peka ini, serta keteraturan dan susunan serasi yang meliputi segalanya lagi menakjubkan bagaikan mukjizat dari segala sisi ini, semuanya merupakan sebuah hujah dan sebuah tanda bagi keesaan dan tauhid, yang lebih terang daripada isyarat cahaya di tengah siang kepada matahari.

Inilah jawaban yang sangat ringkas lagi kuat atas sebuah pertanyaan yang sangat penting dan bercabang dua, yang berkaitan dengan maqam ini.