Risale-i NurSinar-Sinar

Inilah isyarat yang sangat ringkas kepada hujah yang teramat luas di dalamnya:

Sinar-Sinar · hlm. 605

Benar, dengan mata kami sendiri kami melihat dan dengan akal kami secara jelas kami mengetahui bahwa di kota kainat ini, di kampung bumi ini, dan di asrama manusia dan hewan ini, ada Ar-Razzâq Yang Rahîm dan Sang Pemberi Kebaikan Yang Mahamulia yang mengatur, mengawasi, dan mendidik sedemikian rupa; sehingga siapa pun yang memiliki akal sebesar zarah akan membenarkan bahwa semua ini adalah pekerjaan Ar-Razzâq Yang Rahîm — yang, agar makhluk-Nya memuji dan bersyukur sebagai balasan atas nikmat-nikmat-Nya, menjadikan bumi ini laksana sebuah kapal dagang dan sebuah kereta api yang membawa perbekalan, lalu memenuhi musim semi di permukaannya laksana sebuah gerbong dengan seratus ribu jenis makanan dan dengan paket-paket kalengan yang disebut buah dada, dan menyampaikannya kepada makhluk-makhluk hidup yang membutuhkan, yang perbekalannya habis di penghujung musim dingin. Adapun siapa yang tidak membenarkan lalu justru mengingkari, sudah pasti ia terpaksa mengingkari seluruh nikmat yang teratur dan seluruh rezeki yang telah ditentukan di permukaan bumi, yang menjadi sarana pujian dan syukur, sehingga ia menjadi seekor hewan bodoh yang membahayakan.