بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَ اِنْمِنْ شَىْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪ اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ اَبَدًا دَائِمًا
Sinar-Sinar · hlm. 690
Kepada Ustaz kami, Tuan kami yang mulia — yang sangat tercinta, sangat mubarak, sangat berharga, lagi sangat penuh kasih sayang!
Wahai Ustaz yang mulia, yang telah meninggalkan sama sekali kehendak juz'i-nya dan menyerahkan seluruh urusannya kepada kehendak Rabbani; yang di dalam setiap musibah dan kesulitan lahiriah melihat rahmat dan hikmah takdir Ilahi, lalu dengan tawakal dan penyerahan diri yang sempurna menanti dengan sabar hasil-hasil dari manifestasi Rabbani itu! Di dalam abad yang dahsyat lagi menggetarkan hati ini — ketika di sebagian tempat titik sandaran ahli iman mulai runtuh; ketika sebagian sebab dan penerbitan mengambil sikap menentang rukun-rukun iman sehingga orang-orang yang mengingkari Allah berkeliaran secara terang-terangan dengan penuh kebanggaan; dan ketika berbuat menyalahi perintah-perintah Al-Qur'an, tidak percaya kepada kekuatan-kekuatan maknawi, serta memberikan hak mencipta dan membuat kepada tabiat yang tidak berkesadaran, buta, lagi tuli dianggap sebagai syiar peradaban, pengetahuan, dan sikap tercerahkan — engkau menulis Risale-i Nur yang merupakan mukjizat maknawi Al-Qur'an, lalu memberikan obat-obatnya yang berkedudukan sebagai penawar racun kepada begitu banyak hati yang malang, yang menderita lagi membutuhkan air kehidupan iman; engkau mengabarkan kebahagiaan abadi kepada mereka sebagai kabar gembira dan membuktikan dakwaanmu dengan burhan serta hujah yang sangat pasti — wahai pembimbing kami yang suci lagi mulia di jalan raya hakikat, dan, dengan rahasia اَلسَّبَبُ كَالْفَاعِلِ,
wahai tuan kami yang penuh keutamaan, yang ke dalam buku catatan amalnya tercatat kebaikan sebanding dengan kebaikan ratusan ribu murid Nur yang menyelamatkan iman mereka dengan Risale-i Nur!
Sebagaimana Allah telah menganugerahkan Risalah Buah di sana — yang menyembuhkan sampai derajat menjadikan kesulitan-kesulitan penjara Denizli tidak berarti apa-apa — dan sebagaimana harum yang sangat manis pada kembang mawar menjadikan pedihnya duri tidak berarti apa-apa, demikian pula ia melenyapkan kesulitan-kesulitanmu yang fana. Persis seperti itu pula, Sang Rahîm Dzul-Jamâl Yang Mahamulia kini telah menganugerahkan — melalui tangan engkau, ustaz kami tercinta — tauhid, tahmid, isti'anah (memohon pertolongan), pembenaran kerasulan Muhammad صلى الله عليه وسلم, beserta hujah-hujahnya yang agung, yang berkedudukan sebagai obat mujarab dan penawar racun, di dalam Penjara Afyon ini yang penderitaan lahiriahnya satu hari sebanding dengan kesulitan penjara Denizli satu bulan. Kami, murid-muridmu yang penuh kekurangan, yang belajar membaca dan menulis dengan limpahan karunia Risale-i Nur, memandang ketiga risalah kecil ini — laksana biji cemara yang menyimpan di dalam dirinya daftar isi dan program pohon cemara yang besar — sebagai hujah yang pasti bagi kebenaran Risale-i Nur sekaligus semacam saripati dari saripatinya.