Risale-i NurSinar-Sinar

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ

Sinar-Sinar · hlm. 369

Seraya kembali mengucapkan selamat hari raya kepada kalian, janganlah kalian bersedih karena kita tidak dapat bertemu secara lahiriah. Kita sesungguhnya senantiasa bersama, dan insya Allah di jalan yang abadi pun kita akan tetap bersama. Aku berkeyakinan bahwa pahala-pahala abadi yang kalian peroleh di dalam khidmah iman kalian serta keutamaan-keutamaan dan kegembiraan-kegembiraan ruhani dan hati akan menjadikan kesedihan dan kesusahan yang kini bersifat sekejap lagi sementara itu tidak ada artinya.

Hingga kini belum pernah ada orang yang di dalam khidmah yang demikian suci menanggung kesusahan sedemikian sedikit seperti murid-murid Risale-i Nur. Ya, surga itu tidak murah. Menyelamatkan manusia dari kufur mutlak yang membinasakan dua kehidupan adalah perkara yang sangat penting pada masa ini. Sekalipun ada sedikit kepayahan, ia harus disambut dengan semangat, syukur, dan sabar.

Selama Khâliq kita yang menjadikan kita bekerja adalah Rahîm lagi Hakîm, maka setiap yang menimpa kita harus kita sambut dengan rida, dengan gembira, serta dengan percaya kepada rahmat-Nya dan hikmah-Nya.

Seorang saudara kita yang pahlawan, di dalam persoalan “Ayatul Kubra”, telah mengambil seluruh tanggung jawab ke atas dirinya sendiri dan memperlihatkan secara penuh kelayakannya atas Hizbul Qur’an, atas Hizbun Nur, serta atas kemuliaan dan keutamaan ukhrawi luar biasa yang ia raih dengan penanya; ia telah membuatku menangis karena kegembiraan yang dalam. Dan kami berharap dari rahmat Ilahi bahwa disitanya “Ayatul Kubra” — yaitu “Sinar Ketujuh” — untuk sementara waktu, yang terjadi dengan hikmah agar ia sepenuhnya menarik perhatian dan agar disiapkan baginya sebuah futuhat yang layak di masa depan, tidak akan menyia-nyiakan khidmah dan biaya saudara kita itu beserta rekan-rekannya, melainkan insya Allah akan membuatnya semakin bercahaya.

Yang di dalam seluruh doanya memasukkan kalian tanpa kecuali ke dalam setiap bentuk ucapan orang pertama jamak seperti اَجِرْنَا وَارْحَمْنَا وَاحْفَظْنَا; yang bekerja dengan kaidah-kaidah perserikatan maknawi kita yang berkedudukan sebagai jasad yang banyak dengan satu ruh saja; yang lebih peduli terhadap kesusahan kalian daripada kalian sendiri; dan yang mengharapkan himmah, pertolongan, keteguhan, ketabahan, serta syafaat dari pribadi maknawi kalian —