Risale-i NurSinar-Sinar

Said Nursî

Sinar-Sinar · hlm. 370

Di bawah pengaruh peristiwa ini, ketika aku telah berazam dan berketetapan hati secara pasti untuk mengorbankan diriku dengan rida hati demi saudara-saudaraku yang tidak bersalah, dan sedang mencari jalan keluarnya dengan pikiranku, aku membaca Jaljalutiyah. Tiba-tiba terlintas dalam hatiku bahwa Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu telah berdoa, “Ya Rabb! Berilah keamanan!”; insya Allah, dengan rahasia doa itu kalian akan keluar dengan selamat.

Ya, sebagaimana Sayidina Ali radiyallahu anhu memberitakan Risale-i Nur dengan dua cara di dalam Kasidah Jaljalutiyah, demikian pula ia berkata seraya mengisyaratkan kepada Risalah Ayatul Kubra: وَ بِالْاٰيَةِ الْكُبْرٰى اَمِنّ۪ى مِنَ الْفَجَتْ. Di dalam isyarat ini ia memberi kode bahwa: karena Ayatul Kubra, sebuah musibah yang penting akan menimpa murid-murid Risale-i Nur; dan ia bermunajat, “Demi hak Ayatul Kubra, berilah keamanan kepada murid-murid-Mu dari kesulitan dan musibah itu,” lalu ia menjadikan risalah itu beserta sumbernya sebagai pemberi syafaat. Ya, musibah yang datang dengan dalih pencetakan Risalah Ayatul Kubra benar-benar membenarkan isyarat gaib tersebut.

Dan di dalam kasidah itu, pada penutup isyarat-isyarat yang tersusun berurutan kepada juz-juz penting Risale-i Nur, di halaman yang berhadapan, ia berkata: وَ تِلْكَ حُرُوفُ النُّورِ فَاجْمَعْ خَوَاصَّهَا ٭ وَ حَقِّقْ مَعَان۪يهَا بِهَا الْخَيْرُ تُمِّمَتْ

Yakni ia berkata: “Inilah kata-kata, yakni huruf-huruf Risale-i Nur, yang kepadanya telah kami berikan isyarat-isyarat. Kumpulkanlah keistimewaan-keistimewaannya dan tahkiklah makna-maknanya. Seluruh kebaikan dan kebahagiaan menjadi sempurna dengannya.” Dengan karinah “tahkiklah makna huruf-huruf itu”, yang dimaksud bukanlah huruf-huruf hijaiah yang tidak mengungkapkan makna, melainkan risalah-risalah yang bernama “Kelimat-Kelimat” dalam arti “kata-kata”. لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ اِلَّا اللّٰهُ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَٓا اِنْ نَس۪ينَٓا اَوْ اَخْطَاْنَا