Sebuah dalil yang pasti tentang keberhasilan yang kami saksikan dalam khidmahku kepada Nur adalah demikian:
Sinar-Sinar · hlm. 532
Yaitu bahwa, padahal tulisan Al-Qur'anku sangat kurang, aku dapat menulis tiga mushaf Al-Qur'an dengan cara yang menakjubkan, jauh di atas kehendak dan kemampuanku, dalam bentuk yang sama sekali tiada bandingnya lagi sangat sempurna. Salah satunya ada di tangan Tuan-tuan.
Dalil Kedua: keberhasilanku menulis hampir enam ratus naskah dari karya-karya Nur ini, yang selama dua puluh tahun manfaatnya yang sangat besar bagi tanah air ini, bagi bangsa ini, bagi agama, dan bagi akhlak yang baik telah terbukti nyata. Bahkan kawan-kawanku mengetahui bahwa dalam waktu sesingkat satu bulan aku berhasil menulis empat belas risalah.
Aku memandang berlebihan untuk membela secara tersendiri poin-poin yang oleh pihak penuntut diwahamkan sebagai kejahatanku di dalam khidmah suci Ustazku. Nota keberatan yang ditulis Ustazku beserta pelengkapnya kubenarkan dengan segenap kekuatanku, lalu keduanya kuserahkan kepada mahkamah Tuan-tuan yang tinggi sebagai nota keberatanku sendiri.
Majelis Hakim Yang Terhormat!
Khidmah-khidmah suci yang diberikan Ustazku kepada tanah air dan bangsa ini — Ustaz yang dengan karya-karyanya yang penuh berkah, suci, dan bercahaya, yang merupakan hakikat-hakikat iman dan Al-Qur'an dan yang kini berada di mahkamah Tuan-tuan, sama sekali tidak mengejar maksud duniawi maupun maksud politik apa pun — sebagaimana dibenarkan olehku dan oleh kawan-kawan kami, dibenarkan pula oleh para pecinta tanah air di dalam Pemerintahan Ittihat-Terakki. Ketika itu mereka memberikan sembilan belas ribu lira emas kepada perguruan tinggi Ustazku di Van yang bernama Madrasatuz-Zahra. Dan para pecinta bangsa pun dengan penuh kekaguman membenarkan
khidmah keilmuan Ustaz kami yang penuh kecintaan kepada tanah air dan kepada bangsa itu. Mereka menerima anggaran seratus lima puluh ribu lira bagi Perguruan Tinggi Timur milik Ustazku itu — pada masa itu, ketika banknot masih bernilai tinggi — dengan tanda tangan seratus enam puluh tiga anggota parlemen dari dua ratus anggota parlemen.
Aku sampaikan kepada mahkamah Tuan-tuan yang tinggi bahwa aku berbangga dengan kerja kepenulisan yang telah kulakukan selama dua puluh tahun dan dengan khidmah yang kuberikan kepada Risale-i Nur, di dalam khidmah suci Ustazku yang penuh berkah ini — yang disifati sebagai kejahatan oleh pihak penuntut — dan di dalam seluruh maksud keilmuan beliau; yakni khidmah yang sepanjang hidup beliau membuat para penentangnya yang paling keras kepala lagi dengki, serta orang-orang yang di dalam mahkamah-mahkamah paling gigih berusaha agar beliau dihukum, tidak berani mengusik beliau meskipun kata-kata beliau keras dan menusuk, bahkan memaksa mereka untuk menyerah; dan khidmah yang tertuju untuk menyediakan batu-batu asas bagi kebahagiaan bangsa dan tanah air ini.