Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku!

Sinar-Sinar · hlm. 393

Menghadapi segala kemungkinan, pagi ini perlu kunyatakan satu persoalan yang diingatkan kepadaku. Hakikat-hakikat yang kami ambil dari Al-Qur'an — yang laksana matahari dan siang hari tidak menyisakan syak, ragu, dan bimbang — telah dua puluh tahun lamanya diselidiki dengan sungguh-sungguh oleh nafsu dan setanku, dengan berkata, "Kira-kira apa yang akan dikatakan para filsuf zindik terhadap hakikat ini, dan apa sandaran mereka?" Karena mereka tidak menemukan satu cacat pun di sudut mana pun, mereka pun terdiam. Aku menduga, satu hakikat yang membungkam nafsu dan setanku yang sangat peka lagi berada di dalam urusan itu sendiri, akan membungkam pula orang-orang yang paling keras kepala.

Selama kita bekerja demi dan di jalan suatu hakikat yang tidak tergoyahkan, yang tertinggi, terbesar, terpenting, dan yang begitu berharga sehingga harganya tidak dapat ditaksir — yang sekalipun ditebus dengan seluruh dunia, nyawa, dan kekasih seseorang, ia tetap saja masih murah — maka sudah pasti kita harus menghadapi segala musibah,

kesukaran, dan musuh dengan ketabahan yang sempurna.

Selain itu, boleh jadi akan dimunculkan di hadapan kita sebagian hoca, syekh, dan orang-orang yang tampak bertakwa, yang tertipu atau yang ditipu. Menghadapi mereka, kita harus memelihara kesatuan dan saling menopang di antara kita, tidak meladeni mereka, dan tidak berbantah-bantahan dengan mereka.