Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 393

Pada fajar ini, dengan sebuah peringatan maknawi, aku merasakan bahwa sebab hakiki dari serangan dan penyerbuan yang luas lagi besar terhadap kami ini bukanlah Sinar Kelima, melainkan Hizbun Nuri dan Miftahul Iman Al-Hujjatul Balighah. Dengan saksama aku membaca sebagian Hizbun Nuri, dan aku pun memikirkan Miftah; lalu aku mengetahui bahwa:

Karena kaum zindik tidak mampu melindungi jalan kufur mutlak mereka dari tebasan dua pedang intan yang tajam ini, mereka menjadikan Sinar Kelima — yang sedikit bersinggungan dengan politik — sebagai sebab lahiriah; lalu mereka memperdaya pemerintah dan memalingkannya untuk memusuhi kami.

Bersamaan dengan peringatan ini pula terlintas di hati: "Seandainya sebagian saudara kita yang lemah untuk sementara mundur, boleh jadi mereka sendiri akan diselamatkan dari bala ini." Karena itu aku hendak memberi izin.

Tiba-tiba diingatkan kepadaku bahwa: orang yang ikatannya terus berlanjut sampai sedemikian rupa, yang telah dua kali memasuki ujian ini, dan yang sesudah menanggung sekian banyak kesukaran sebagai imbalannya, tidak boleh mundur dengan hatinya — suatu sikap yang tidak berfaedah lagi merugikan — melainkan hanya boleh menampakkan sikap menjauh secara lahiriah semata demi memperdaya mereka. Jika tidak, mudaratnya akan mengenai dirinya sendiri, mengenai kami, dan mengenai jalan kudus kami; dan sebagai hukumannya ia akan ditampar dengan kebalikan dari maksudnya.