Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 394
Siapa yang menanggung kesukaran dan kesulitan penjara ini — yang paling menyesakkan dan paling dingin dibandingkan tempat-tempat lain — sudah pasti pada dirinya akan timbul kecenderungan untuk menjauh dari sebab masuknya ke penjara ini, menurut kadar masing-masing. Akan tetapi, iman
tahkiki yang dianugerahkan Risale-i Nur — yang menjadi sebab lahiriah penjara ini — kepada mereka yang menanggung kesukaran itu, lalu Husnul Khatimah yang diraih dengan iman tahkiki itu, serta amal saleh sebanyak amal seratus orang yang diperoleh melalui perserikatan maknawi, semuanya telah mengubah kesukaran yang pahit itu menjadi rahmat yang manis; maka harga dari dua hasil ini adalah kesetiaan dan keteguhan yang tidak tergoyahkan. Karena itu, menyesal dan mundur merupakan kerugian yang besar.
Bagi murid-murid yang tidak memiliki ikatan dengan dunia atau yang ikatannya sangat sedikit, penjara ini lebih baik; dari satu segi ia adalah tempat kebebasan.
Adapun bagi mereka yang memiliki ikatan dengan dunia dan yang penghidupannya baik, karena penjara ini mengubah uang yang dibelanjakan menjadi sedekah yang berlipat ganda dan jam-jam umur yang berlalu menjadi ibadah yang berlipat ganda, maka semestinya mereka bersyukur, bukan mengeluh.
Adapun golongan yang fakir dan lemah, karena di luar penjara pun mereka sudah menanggung kesulitan yang tidak berfaedah, tidak berpahala, lagi penuh tanggung jawab, maka kesulitan di sini — yang penuh kebaikan, sangat berpahala, tanpa tanggung jawab, dan menjadi ringan berkat hiburan timbal balik dari sahabat-sahabat mereka — adalah sumber syukur bagi mereka.