Risale-i NurSinar-Sinar

Poin Kelima

Sinar-Sinar · hlm. 411

Baik di sini maupun di Eskişehir, kami telah memahami dengan pasti melalui pengalaman bahwa dari sisi kesatuan perkara kami sangat membutuhkan saling menopang yang sempurna. Rasa tersinggung, sikap mudah marah, dan bantahan yang lahir dari kesulitan justru melipatgandakan kekacauan kami. Sayang sekali, orang yang paling kupercayai dan kuandalkan adalah kalian. Setiap kali kegelisahan singgah di hatiku, kegelisahan itu lenyap dengan mengingat para ulama yang kamil lagi tulus yang datang dari Istanbul serta pribadi-pribadi yang menunjukkan kesetiaan luar biasa di wilayah Kastamonu. Perhatikanlah, jangan sampai komite tersembunyi yang membela kufur mutlak itu menyusupkan jarinya ke tengah kalian. Ia telah menyusupkan jarinya ke bangsal di sebelahku, dan membiarkanku di dalam siksaan.

Kini bermusyawarahlah kalian di antara kalian tanpa perdebatan. Aku menerima keputusan kalian. Akan tetapi, ada beberapa hal: kemungkinan bahwa jika pembelaanku sampai ke Ankara dan menjadi bahan pertimbangan, mahkamah di sini akan menjatuhkan putusannya mengenai orang-orang yang mungkin dapat terbebas; lalu kemungkinan bahwa orang-orang yang kini mengusik kami — yang mengasingkan Abdulbaki, Abdulhakim, dan Haji Süleyman, serta yang menahan Yeşil Şemsi tetap di sini sesudah pembebasannya — sudah pasti tidak akan membebaskan orang-orang seperti Hâfız Mehmed dan Seyyid Şefik, sekalipun keduanya memiliki keteguhan agama, tidak menundukkan kepala kepada pemimpin mereka yang telah mati dan kepada gambarnya, serta tidak menunjukkan dukungan kepada ilhad dan bidah; dan juga bahwa sangat perlu Risale-i Nur — yang telah keluar dari tirai persembunyian dan pada saat berjuang sendirian di pusat mereka dalam sebuah perkara yang sangat besar lagi menyeluruh — mendapati murid-muridnya berdiri di belakangnya, dan dengan tidak melarikan diri, murid-muridnya menunjukkan kepada ahli iman yang ragu lagi bingung bahwa mereka terikat kepada sebuah hakikat yang tidak tergoyahkan dan tidak

terkalahkan: semua itu pun hendaklah kalian masukkan ke dalam pandangan dan musyawarah kalian. Sekali-kali jangan, sekali-kali jangan kalian melihat kekurangan satu sama lain; pada tempat kemarahan hendaklah kalian saling menghormati, dan pada tempat bantahan hendaklah kalian saling menolong.