Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 430
Merupakan sebuah manifestasi inayah Rabbani dan sebuah penjagaan serta pemeliharaan Ilahi bahwa aku mendengar tim para ahli di Ankara — meskipun ada banyak sebab untuk melancarkan kritik dan keberatan yang keras — justru kalah di hadapan hakikat-hakikat Risale-i Nur dan hampir-hampir memutuskan putusan bebas baginya. Padahal, karena ungkapan-ungkapan keras di dalam risalah-risalah rahasia, tantangan-tantangan yang menyentuh di dalam nota pembelaan, serangan dahsyat Menteri Pendidikan, adanya dua filsuf materialis yang penting dari Dinas Pendidikan serta seorang alim besar yang mendukung penemuan-penemuan baru di dalam tim para ahli itu, dan karena sejak setahun ini komite zandaqah yang tersembunyi menggerakkan Partai Rakyat dan Kementerian Pendidikan untuk melawan kami — kami menanti keberatan yang sangat keras dari para ahli itu dan tuduhan mereka terhadap kami dengan hukuman-hukuman yang berat; namun penjagaan dan inayah Rahmani datang menolong, lalu memperlihatkan kepada mereka kedudukan Risale-i Nur yang tinggi dan menyurutkan mereka dari kritik-kritik yang keras.
Bahkan, dengan maksud menyelamatkan kami dari hukuman, agar aku tidak dipandang sebagai penjahat politik yang berkasus karena Peristiwa Eskişehir dan peristiwa masyhur 31 Maret, serta dengan maksud menunjukkan bahwa kami bergerak semata-mata demi agama dan iman dan bahwa pada kami tidak ada pikiran politik, mereka berkata: "Said Nursî sejak dahulu sesekali menyatakan diri sebagai pewaris kenabian. Dalam khidmah Al-Qur'an dan iman ia mengambil sikap seorang mujaddid, yakni kadang-kadang ia dikalahkan oleh semacam jazbah lalu bertindak seperti orang yang majzub."
Maka, melalui paragraf ini — dengan ungkapan para filsuf yang tidak beragama terhadap siapa pun yang bergerak dengan kuat demi agama, bahwa ia menjalankan tugasnya dengan warisan kemujaddidan — baik untuk mengkritik sangkaan baik sebagian saudara kami yang jauh melampaui kadarku, maupun dengan menisbahkan suatu jazbah kepadaku
untuk membebaskanku dari tuduhan politik dan dari hukuman atas sikap-sikap kerasku, untuk sedikit membujuk pihak-pihak yang menentang dan memusuhi kami, untuk memperlihatkan bahwa isyarat-isyarat Al-Qur'an serta karamah Alawiyah dan Gausiyah itu benar lagi kuat, dan untuk mematahkan cinta kedudukan, ananiyah, serta sikap membanggakan diri yang menurut sangkaan mereka pasti ada pula padaku sebagaimana pada setiap orang — untuk semua itulah mereka memakai ungkapan yang tidak beragama lagi bercorak filsafat tersebut.
Terhadap ungkapan itu, Risale-i Nur dari awal sampai akhirnya adalah sebuah jawaban yang terang seperti matahari. Dan karena jalan yang kami tempuh adalah meninggalkan ananiyah dan menegakkan persaudaraan, dan karena pada kami tidak terdapat ucapan syatahat yang membanggakan diri, maka kehidupan Said Baru yang penuh kerendahan hati pada masa Risale-i Nur, dan usahanya meluruskan sangkaan baik yang berlebihan dari saudara-saudaranya yang penuh berkah melalui pelajaran-pelajaran yang berulang tanpa menghiraukan perasaan mereka, sungguh-sungguh mematahkan dan melenyapkan makna yang disiratkan oleh ungkapan itu.