Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 429

Merupakan sebuah manifestasi inayah Rabbani bahwa — sementara kami menanti Ankara akan bersikap sangat keras terhadap kami karena semburan dan serangan dahsyat Menteri Pendidikan yang hanya dirasakannya di balik tabir sebelum ia melihat nota pembelaan, berkas, dan kitab-kitab kami; karena ditelaahnya risalah-risalah rahasia yang sangat keras seperti Sinar Kelima dan Lampiran Hujumat Sittah oleh kalangan berwenang yang paling penting, secara nyata untuk dikritik; dan karena pukulan-pukulan nota pembelaanku yang sungguh-sungguh, menyentuh, lagi berani terhadap kufur mutlak — ternyata Ankara mengambil sikap yang sangat lunak, bahkan boleh jadi bersifat mendamaikan, dibandingkan dengan besarnya persoalan ini.

Dan salah satu hikmah dari manifestasi inayah ini adalah sebagai berikut: karena Risale-i Nur berkaitan dengan seluruh negeri, ia dibaca dengan perhatian dan rasa ingin tahu di dalam sebuah ruang belajar umum dan di kalangan pejabat-pejabat tinggi. Ya, pada zaman ini, dibacanya sebuah pelajaran yang demikian tinggi di lingkungan yang demikian besar, menyeluruh, lagi umum sungguh merupakan inayah yang besar dan menjadi tanda yang kuat bahwa ia telah mematahkan kufur mutlak.

Saudara-saudaraku! Mengingat kemungkinan bahwa sebagian orang yang lemah lagi berkeluarga, yang menanggung sekian banyak kesulitan dan kerugian ini, akan berubah setelah dibebaskan — dengan sangkaan bahwa hal itu dapat menjadi alasan untuk sedikit menjauh dari Risale-i Nur dan dari kami, bahkan boleh jadi untuk meninggalkannya — maka aku katakan:

Bagi orang yang telah membayar harga lahir dan batin sedemikian rupa untuk sebuah harta yang demikian berharga dan telah menanggung siksa ini, melepaskan harta itu adalah kerugian yang besar. Lagi pula, jika masing-masing sekaligus meninggalkan penjagaan, pertolongan, dan khidmah terhadap bagian-bagian Risale-i Nur, terhadap orang-orang yang terkait dengannya, dan terhadap kami, hal itu menjadi kerugian yang tidak perlu, baik baginya maupun bagi kami. Karena itu, di samping bersikap hati-hati, kesetiaan, ikatan, dan khidmah tidak boleh diubah.