PERSOALAN PERTAMA
Sinar-Sinar · hlm. 41
Adapun contoh bagi datangnya ruh-ruh kepada jasadnya adalah berkumpulnya kembali para prajurit sebuah pasukan yang sangat teratur oleh satu bunyi terompet yang nyaring, padahal sebelumnya mereka telah berpencar ke segala penjuru untuk beristirahat. Ya, sebagaimana Sûr, yaitu sangkakala Israfil, tidak kalah dari terompet pasukan itu, demikian pula ruh-ruh yang — ketika masih berada di sisi alam-alam abadi dan di alam zarah — mendengar seruan اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ yang datang dari sisi azali lalu menjawabnya dengan قَالُوا بَلٰى, sudah pasti ribuan derajat lebih tunduk, lebih teratur, dan lebih taat daripada para prajurit pasukan itu. Dan bukan hanya ruh-ruh, bahkan seluruh zarah pun merupakan pasukan Subhani dan prajurit-prajurit yang siap menerima perintah; hal ini telah dibuktikan oleh Kelimat Ketiga Puluh dengan burhan-burhan yang sangat pasti.