PERSOALAN KEDUA
Sinar-Sinar · hlm. 41
Adapun contoh bagi dihidupkannya kembali jasad-jasad adalah seperti menyala dan bercahayanya seratus ribu lampu listrik di sebuah kota yang sangat besar pada suatu malam perayaan, dari satu pusat saja, dalam sekejap dan seakan-akan tanpa memerlukan waktu; demikian pula di seluruh permukaan bumi ini mungkin saja cahaya diberikan kepada seratus juta lampu dari satu pusat saja. Maka, karena listrik yang merupakan salah satu makhluk Allah, salah satu pelayan dan pembawa pelita di salah satu rumah penginapan-Nya, dapat memperoleh keadaan seperti itu berkat pelajaran didikan dan keteraturan yang ia terima dari Khâliq-nya, sudah pasti di dalam lingkaran hukum-hukum yang teratur dari hikmah Ilahi — hikmah yang diwakili
oleh ribuan pelayan bercahaya seperti listrik itu — kebangkitan teragung dapat terwujud dalam sekejap mata.