Risale-i NurSinar-Sinar

Kepada Mahkamah Pidana Berat Afyon,

Sinar-Sinar · hlm. 576

Aku tidak termasuk ke dalam perkumpulan rahasia mana pun. Memang Ustazku Bedîüzzaman Said Nursî Hazretleri pun tidak pernah mendirikan perkumpulan semacam itu. Beliau senantiasa memberi kami pelajaran dari hakikat-hakikat Al-Qur'an, dan dengan keras melarang kami bersangkut paut dengan politik. Aku hanyalah murid Ustaz besar Said Nursî Hazretleri. Kepada beliau dan kepada Risale-i Nur aku terikat dengan segenap ruh dan jiwaku. Aku rela menerima segala macam hukuman yang akan dijatuhkan kepadaku demi Risale-i Nur dan Ustazku.

Dengan karya-karyanya, Ustazku telah menyelamatkan imanku dan kehidupan akhiratku. Tujuan beliau adalah menyelamatkan seluruh kaum Muslimin dan warga negeri kita dari keadaan tanpa iman, lalu mengantarkan mereka kepada kebahagiaan abadi. Bahwa kami tidak memiliki hubungan dengan maksud politik mana pun telah menjadi jelas di seluruh mahkamah.

Meskipun hakikatnya demikian, kami tetap diseret ke mahkamah secara tidak adil dan tidak pada tempatnya. Dari sini kami memahami bahwa mereka hendak mematahkan sikap saling menopang kami. Sikap saling menopang kami sama sekali tidak tertuju kepada tujuan dan urusan duniawi ataupun politik apa pun. Hanya dan semata-mata kami sangat, bahkan amat sangat, menghormati Ustaz kami Hazretleri. Orang-orang yang membaca Risale-i Nur memperoleh iman yang luar biasa, memperoleh Islam, akhlak, dan kesempurnaan.

Kami tidak sanggup untuk tidak mencintai Ustaz kami dengan cinta yang amat besar. Dengan segenap keberadaanku aku terikat kepada Ustaz yang seperti itu dan kepada murid-murid Risale-i Nur yang seperti itu. Ikatan ini tidak akan terurai dan tidak akan patah, sekalipun aku dijatuhi hukuman mati. Aku dan seluruh saudaraku tidak berdosa. Dengan segenap kekuatan kami, kami menuntut agar Risale-i Nur dibebaskan. Aku menuntut agar putusan bebas diberikan kepada Ustaz kami yang mulia dan kepada saudara-saudaraku kaum Nurcu yang tidak berdosa, bersama diriku.