Risale-i NurSinar-Sinar

Dari Pembelaan di Mahkamah Denizli

Sinar-Sinar · hlm. 338

...

Ya, kami memang sebuah perkumpulan, dan perkumpulan kami adalah perkumpulan yang pada setiap abad memiliki tiga ratus lima puluh juta anggota di dalamnya. Setiap hari, lima kali dengan salat, mereka memperlihatkan ikatan dan khidmah mereka kepada prinsip-prinsip perkumpulan yang suci itu dengan penuh hormat. Dengan program suci اِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ اِخْوَةٌ mereka bergegas menolong satu sama lain dengan doa dan dengan hasil-hasil maknawi mereka. Maka kami adalah bagian dari anggota perkumpulan yang suci lagi agung ini.

Adapun tugas khusus kami adalah menyampaikan hakikat-hakikat imani Al-Qur'an kepada ahli iman secara tahkik, lalu menyelamatkan mereka dan diri kami sendiri dari hukuman mati abadi serta dari kurungan sendirian yang kekal di alam barzakh.

Dengan perkumpulan dan komite duniawi, politis, lagi penuh intrik yang lain, dan dengan perkumpulan rahasia yang tidak berdasar lagi tidak bermakna seperti tuduhan membentuk perkumpulan yang menjadi sebab tuduhan terhadap kami, sama sekali kami tidak mempunyai hubungan; bahkan kami tidak sudi merendahkan diri kepadanya.

...

Seandainya pada diri kami terdapat keinginan untuk mencampuri urusan dunia, tentu ia tidak akan berbunyi seperti dengung lalat semacam ini, melainkan akan bersuara dan meletus laksana peluru meriam.

Seorang lelaki yang telah membela diri dengan keras lagi menusuk di hadapan Mahkamah Militer dan di hadapan majelis kepresidenan, menghadapi kemarahan Mustafa Kemal, lalu dituduh bahwa selama delapan belas tahun ia menjalankan intrik-intrik dunia tanpa diketahui seorang pun — sudah pasti orang yang menuduhnya demikian melakukannya karena maksud buruk. Di dalam persoalan ini, Risale-i Nur tidak boleh diserang karena kesalahan diriku atau kesalahan sebagian saudaraku. Ia terikat langsung kepada Al-Qur'an,

dan Al-Qur'an pun terikat dengan arasy teragung. Siapakah yang sanggup mengulurkan tangannya ke sana lalu menguraikan tali-tali yang kuat itu?

Lagi pula, Risale-i Nur — yang berkahnya secara lahir dan maknawi bagi negeri ini serta khidmahnya yang luar biasa telah terbukti dengan isyarat tiga puluh tiga ayat Al-Qur'an, dengan tiga karamah gaib Sayidina Imam Ali radiyallahu anhu, dan dengan pemberitaan yang pasti dari Al-Gaus Al-A'zham — tidak bertanggung jawab, tidak dapat dan tidak boleh dimintai tanggung jawab atas kesalahan kami yang biasa lagi pribadi. Jika tidak demikian, negeri ini akan menderita kerugian lahir dan maknawi sampai ke tingkat yang tidak dapat ditebus lagi. {(Catatan kaki): Surat permohonan ini ditulis dua puluh hari sebelum gempa Kastamonu. Dengan berkah Risale-i Nur, kota itu lebih terpelihara dari bencana daripada seluruh wilayah lain. Kini bencana itu telah dimulai dan membenarkan pernyataan kami.}

Rencana-rencana dan serangan-serangan yang diarahkan kepada Risale-i Nur dengan tipu daya sebagian kaum zindik, insya Allah akan gagal; murid-muridnya tidak dapat disamakan dengan orang lain, tidak dapat dicerai-beraikan, tidak dapat dipalingkan, dan dengan inayah Allah mereka tidak akan dikalahkan. Seandainya Al-Qur'an tidak melarang pembelaan dengan kekuatan lahir, tentu murid-murid itu — yang berkedudukan sebagai urat nadi bangsa ini, yang memperoleh simpati orang banyak, dan yang berada di segala penjuru — tidak akan terlibat dalam peristiwa-peristiwa juz'i dan tak berbuah seperti peristiwa Syekh Said dan Menemen. Semoga Allah tidak menghendakinya; sekiranya mereka dizalimi sampai ke tingkat yang memaksa dan Risale-i Nur diserang, sudah pasti kaum zindik dan orang-orang munafik yang memperdaya pemerintah itu akan menyesal seribu derajat.