Risale-i NurSinar-Sinar

AYAT KEDUA yang Mengisyaratkan kepada Resaili'n-Nur

Sinar-Sinar · hlm. 714

فَاسْتَقِمْ كَمَٓا اُمِرْتَ adalah ayat masyhur yang menjadi sebab datangnya hadis شَيَّبَتْن۪ى سُورَةُ هُودٍ. Isyarat اِسْتَقِمْ كَمَٓا اُمِرْتَ — sebagaimana telah diterangkan secara terperinci di dalam Lem'a Kedelapan — adalah sebuah ayat yang sangat masyhur di dalam Surah Hud, yang berada berhadapan dengan halaman ayat فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَ سَع۪يدٌ ilâ âkhirihi yang memberikan dua isyarat yang kuat.

Kedudukan jifirnya berjumlah seribu tiga ratus tiga (1303); adapun وَاسْتَقِمْ كَمَٓا اُمِرْتَ yang berada di halaman kedua Surah Asy-Syura berjumlah seribu tiga ratus sembilan (1309), sehingga pada tarikh itu, di antara seluruh orang yang diajak bicara, ia secara khusus menoleh kepada salah seorang atas nama Al-Qur'an lalu memerintahkan istikamah kepadanya. Adapun tarikh yang pertama adalah tarikh ketika penulis Risale-i Nur mulai menuntut ilmu-ilmu yang membuahkan Risale-i Nur.

Adapun tarikh ayat yang kedua adalah tarikh ketika penulis itu secara menakjubkan menyempurnakan dirinya dalam ilmu di dalam waktu yang teramat singkat, ketika ia beralih dari menuntut ilmu kepada mengajar, ketika di dalam tiga bulan dan di dalam satu musim dingin ia membaca lebih dari seratus kitab yang di madrasah dibaca dalam lima belas tahun, dan ketika — di hadapan ulama yang paling masyhur di lingkungan itu pada masa itu — ia membuktikan melalui ujian yang berulang-ulang {(Catatan kaki): Keterangan pujian ini bukanlah milik Said. Ia justru menggambarkan seorang murid dan seorang khadim Al-Qur'an melalui lisan dan keadaan Said (radiyallahu anhu), agar khidmahnya dapat dipercaya.} serta melalui jawaban yang tepat atas setiap pertanyaan dari ilmu apa pun, bahwa buah tiga bulan itu memberikan hasil sebanyak buah lima belas tahun; maka dengan tawafuk yang tepat sekali kepada tarikh yang sama itu, ia merupakan sebuah isyarat secara ramzi kepada istikamah Risale-i Nur.