AYAT MASYHUR KETIGA
Sinar-Sinar · hlm. 715
Ayat وَالَّذ۪ينَ جَاهَدُوا ف۪ينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا, beserta hubungan-hubungan maknawinya yang kuat, menurut hitungan jifir berjumlah seribu tiga ratus empat puluh empat (1344); dan pada tarikh itu, secara lahiriah tidak terlihat orang-orang yang lebih menjadi tempat tampaknya makna ayat ini selain murid-murid Risale-i Nur. Jadi, ayat ini — dari sebuah lapisan isyari di antara lapisan-lapisan maknanya yang berbilang, dan dari balik sebuah tabir yang ramzi — memandang kepada Risale-i Nur yang merupakan tafsir Al-Qur'an yang gemilang, dan
sebagaimana ayat اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰى di dalam Surah Al-'Alaq yang turun paling awal, ia menyatakan dengan maknanya dan dengan kedudukan jifirnya bahwa pada tahun seribu tiga ratus empat puluh empat akan muncul di dalam jenis manusia sebuah tugyan (melampaui batas) dan sebuah sikap ingkar ala firaun yang tiada bandingnya. Adapun ayat وَالَّذ۪ينَ جَاهَدُوا ف۪ينَا memuji orang-orang yang berjihad melawan tugyan itu.
Benar, akibat Perang Dunia, alam manusia maupun alam Islam sama-sama menderita kerugian yang sangat besar. Karena orang-orang yang sombong lagi bengis dari jenis manusia, khususnya dari Eropa, terlebih lagi salah seorang di antara mereka, dengan bersandar kepada kekuatan, kekayaan, dan uang telah masuk ke dalam tugyan ala firaun, sehingga orang-orang tertentu itu menyeret jenis manusia untuk ikut bertanggung jawab, maka mereka disebut dengan nama umum "insan", yakni manusia.
Jika "nun" yang bertasydid pada لَنَهْدِيَنَّهُمْ dihitung satu "nun", maka jumlahnya seribu dua ratus sembilan puluh empat (1294), yaitu basmalah kehidupan penulis Risale-i Nur dan tahun pertama dari tarikh kelahirannya.
Jika "lam" yang bertasydid dihitung dua "lam" dan "nun" dihitung satu, maka pada waktu itu ia menjadi seribu tiga ratus dua puluh empat (1324), yaitu tarikh tampilnya penulis Risale-i Nur yang muncul dengan jihad maknawi pada masa diumumkannya kebebasan.