Di dalam surat dakwaan terdapat empat esas mengenai diriku:
Sinar-Sinar · hlm. 470
ESAS PERTAMA: Seolah-olah pada diriku ada sikap membanggakan diri dan memamerkan diri sendiri, dan aku menganggap diriku sebagai mujaddid (pembaru).
Aku menolaknya dengan segenap kekuatanku. Seluruh saudaraku pun bersaksi bahwa aku sama sekali tidak pernah menerima tuduhan mengaku sebagai Mahdi. Bahkan terhadap ucapan para ahli di Denizli, "Jika Said mengumumkan dirinya sebagai Mahdi, seluruh muridnya akan menerimanya," Said berkata di dalam nota keberatannya: "Aku bukan seorang sayid. Mahdi itu akan seorang sayid." — begitulah ia menolak mereka.
ESAS KEDUA: Menyembunyikan penerbitannya.
Janganlah musuh-musuh tersembunyi membuat orang memberikan makna yang keliru. Sebab hal itu sama sekali bukan dari sisi menyentuh politik dan ketertiban umum dunia. Dan janganlah pula mereka menjadikan huruf lama serta mesin stensil sebagai dalih. Adapun tamparan Nur terhadap Mustafa Kemal, {(Catatan kaki): Di dalam surat dakwaan mereka memberikan makna yang keliru lalu menganggap sebagian dari karamah-karamah Nur yang berbentuk tamparan itu sebagai sebab tuduhan. Seolah-olah bala seperti gempa bumi yang datang pada masa Nur diserang adalah tamparan-tamparan Nur. Mustahil, sungguh mustahil!.. Kami tidak pernah mengatakan dan menuliskan yang demikian. Bahkan berulang kali di berbagai tempat kami telah mengatakan beserta hujah-hujahnya: Nur, seperti sedekah yang diterima, menjadi sebab tertolaknya bala. Kapan saja Nur diserang, Nur pun tersembunyi, lalu musibah-musibah mendapat kesempatan dan menimpa kepala kami.
Ya, dengan dibenarkan dan disaksikan langsung oleh ribuan murid Nur, dengan ratusan peristiwa dan kejadian, dengan tawafuk-tawafuk kejadian-kejadian itu yang mustahil terjadi secara kebetulan, dan dengan berbagai isyarat serta tawafuk Al-Qur'an — bahkan dari sisi bahwa sebagiannya telah diperlihatkan di mahkamah-mahkamah — kami memiliki keyakinan yang pasti bahwa tawafuk-tawafuk itu adalah sebuah karunia Ilahi atas diterimanya Risale-i Nur, dan merupakan semacam karamah bagi Nur atas nama Al-Qur'an.} enam mahkamah dan instansi-instansi Ankara telah mengetahuinya, mereka tidak mengusiknya, mereka memberi kami putusan bebas, dan mereka mengembalikan seluruh kitab kami beserta "Sinar Kelima". Lagi pula, menunjukkan keburukan orang itu adalah demi menjaga nilai tentara. Tidak disukainya satu pribadi adalah demi pujian yang penuh kecintaan kepada tentara.
YANG KETIGA: Terhadap ucapan mereka, "Ia menghasut agar keamanan diganggu," maka selama dua puluh tahun, aparat kepolisian sepuluh provinsi dan enam mahkamah tidak mencatat dan tidak menemukan satu perkara pun tentang terganggunya keamanan dan rusaknya ketertiban umum yang berkaitan dengan seratus ribu orang dari kaum Nurcu dan seratus ribu naskah risalah-risalah Nur, di enam mahkamah dan di sepuluh provinsi; dan hal ini meruntuhkan tuduhan yang aneh ini.
Di dalam surat dakwaan yang baru ini terdapat beberapa persoalan tidak penting yang berkaitan dengan poin-poin yang sama, yang atasnya tiga mahkamah telah memberi kami putusan bebas, dan yang jawaban-jawabannya pun telah berulang kali diberikan; maka menjawab beberapa
persoalan seperti itu tidaklah bermakna. Menuduh kami dengan persoalan-persoalan itu sama dengan menuduh Mahkamah Pidana Berat Ankara, Mahkamah Denizli, dan Mahkamah Eskişehir yang telah memberi kami putusan bebas darinya; karena itu jawabannya kuserahkan kepada mereka.