Beberapa orang meminta penjelasan tentang hal ini. Aku pun berkata:
Sinar-Sinar · hlm. 364
Pada abad yang penuh badai sekarang ini, dari sisi sikap hanya mementingkan diri sendiri dan fanatisme kesukuan yang lahir dari peradaban yang kejam, penindasan-penindasan militer yang datang dari perang dunia, serta sikap tanpa belas kasihan yang muncul dari jalan yang sesat, telah merajalela suatu kezaliman yang paling dahsyat dan penindasan yang paling dahsyat, sehingga apabila ahli haq membela haknya dengan kekuatan lahiriah, ia entah akan membakar banyak orang malang dengan dalih keberpihakan melalui kezaliman yang paling dahsyat — dan dalam keadaan itu ia sendiri pun menjadi yang lebih zalim — atau ia akan tetap terkalahkan. Sebab manusia-manusia yang bergerak dan menyerang dengan perasaan-perasaan tersebut akan memukul dan memorak-porandakan dua puluh tiga puluh orang dengan dalih-dalih yang remeh, hanya karena kesalahan satu dua orang.
Seandainya ahli haq, di jalan haq dan keadilan, hanya memukul orang yang memukul, ia hanya memperoleh satu keuntungan berbanding tiga puluh korban, dan ia tetap berada dalam keadaan terkalahkan.
Seandainya ahli haq itu pun, dengan kaidah zalim berupa pembalasan setimpal, menindas dua puluh tiga puluh orang malang karena kesalahan satu dua orang, maka pada saat itu mereka melakukan sebuah kezaliman yang dahsyat atas nama haq.
Inilah hikmah dan sebab yang sebenarnya dari sikap kami yang, atas perintah Al-Qur'an, menjauhi politik dan campur tangan dalam urusan pemerintahan dengan sangat keras dan penuh kebencian. Kalau tidak, pada kami ada kekuatan haq sedemikian rupa sehingga kami dapat membela hak kami dengan penuh dan sempurna.
Lagi pula, selama segala sesuatu bersifat sementara dan fana, kematian tidak mati, pintu kubur tidak tertutup, dan kesusahan berubah menjadi rahmat, sudah tentu kami bertawakal dengan sabar dan syukur, lalu diam. Adapun memaksa kami memecah sikap diam kami dengan tekanan dan paksaan, hal itu sepenuhnya bertentangan dan berlawanan dengan rasa insaf, keadilan, semangat cinta tanah air, dan semangat cinta bangsa.