Inilah isyarat yang sangat ringkas kepada hujahnya:
Sinar-Sinar · hlm. 606
Benar, di dalam Kelimat Kesepuluh dan di dalam bagian-bagian Nur telah dibuktikan dengan burhan-burhannya bahwa: pada setiap musim semi, sebuah pasukan Subhani yang terdiri atas tiga ratus ribu jenis makhluk hidup dengan bentuk yang bermacam-macam dan dengan anggota yang tak terhingga dihidupkan di permukaan bumi. Kepada mereka diberikan kehidupan dan segala keperluan hidup dengan keteraturan yang sempurna. Zat yang memperlihatkan seratus ribu contoh, bahkan tanda-tanda, dari kebangkitan teragung; yang menghidupkan makhluk-makhluk tak terhingga yang berbeda-beda itu bersama-sama, satu di dalam yang lain, tanpa alpa, tanpa salah, tanpa kurang, tanpa keliru sedikit pun, tanpa mencampuradukkan padahal semuanya bercampur, tanpa lupa, dengan timbangan dan tatanan yang sempurna; dan yang memberi kehidupan dari tetes-tetes air serupa yang disebut nutfah, dan dari tanah,
dari benih-benihnya yang serupa, dari butir-butirnya yang sedikit berbeda, dari telur-telur kecil lalat yang satu sama lain sama persis, serta dari udara yang sama pada burung-burung, dari nutfah-nutfahnya yang satu sama lain sama, dan dari telur-telurnya yang serupa atau sedikit berbeda — Zat yang menghidupkan ratusan ribu makhluk hidup yang anggotanya tak terhingga dan yang berbeda-beda satu sama lain dalam rupa, seni, dan cara hidupnya; yang pada lembaran bumi dan musim semi menuliskan seratus ribu kitab yang berlainan bersama-sama, satu di dalam yang lain, tanpa salah, lagi sempurna; yang bekerja dan mengatur dengan ketelitian yang tak terhingga dan hikmah yang tak berkesudahan — barang siapa tidak sampai kepada keyakinan bahwa Dia adalah Zat Yang Hayy lagi Qayyûm, Sang Muhyî, Sang Hallâq Yang Alîm, sudah pasti ia terpaksa mengingkari dirinya sendiri sekaligus seluruh makhluk hidup yang ada di seluruh bumi, di seluruh musim semi yang telah lalu yang tergantung pada pita waktu, dan di permukaan bumi yang bernyawa serta di angkasa; dan ia terpaksa menjadi makhluk hidup yang paling bodoh lagi paling celaka.