Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, tulus, teguh, lagi penuh pengorbanan!

Sinar-Sinar · hlm. 530

Pertama: Sebab risalah Rahasia Innâ A'thainâ sama sekali tidak pernah berada di sisiku ialah karena dahulu telah terjadi sebuah kekeliruan pada dua firasatku sebelum terjadinya peristiwa.

Yang Pertama: Dengan sebuah firasat sebelum terjadinya peristiwa, aku merasakan sebuah kejadian yang dahsyat dan musibah orang-orang zalim hanya di tanah air kami. Padahal dalam lingkaran yang besar, di atas muka bumi, sebagaimana telah kami kabarkan, dua belas tahun kemudian rahasia agung itu terlihat persis demikian. Memang, secara lahiriah hal itu sedikit mengubah kesimpulan yang kutarik. Akan tetapi dari sisi hakikat, ia muncul dengan sangat benar dan menjadi hakikat itu sendiri. Karena itulah risalah tersebut tidak kusimpan di sisiku dan tidak kuberikan kepada orang lain.

Yang Kedua: Empat puluh tahun yang lalu aku berulang kali berkata: "Kita akan melihat sebuah cahaya." Aku memberikan kabar-kabar gembira yang besar. Aku menyangka cahaya itu berada di dalam lingkaran tanah air yang besar. Padahal cahaya itu adalah Risale-i Nur. Aku telah keliru karena menduga lingkaran murid-murid Nur berada pada kedudukan lingkaran politik seluruh tanah air dan negeri.

Tuan Direktur!

Aku berterima kasih kepada Anda karena Anda telah menyuruh memasang bendera hari raya pembebasan di bangsalku. Pada masa gerakan nasional di Istanbul, dengan mencetak dan menyebarkan karyaku Hutuwat Sittah yang menentang Inggris dan Yunani, aku telah berkhidmah barangkali sebanding dengan satu divisi tentara; Ankara mengetahui hal itu, sehingga Mustafa Kemal dua kali memintaku datang ke Ankara melalui sandi untuk memuliakanku. Bahkan ia pernah berkata: "Hoca pahlawan ini kami perlukan." Berarti, memasang bendera ini pada hari raya ini adalah hakku.