Saudara-saudaraku!
Sinar-Sinar · hlm. 397
Sebuah ananiyah yang dahsyat, yang lahir dari keadaan lalai dan dari pemujaan terhadap dunia, sedang berkuasa pada zaman ini. Karena itu, ahli hakikat harus meninggalkan ananiyah dan sikap memamerkan diri — sekalipun dalam bentuk yang dibenarkan syariat. Maka, karena murid-murid Risale-i Nur yang hakiki telah melebur ananiyah mereka yang bagaikan bongkahan es itu di dalam pribadi maknawi dan di dalam kolam bersama, insyaallah mereka tidak akan tergoyahkan di dalam badai ini.
Ya, salah satu rencana kaum munafik yang penting lagi telah teruji adalah: pribadi-pribadi yang masing-masing berkedudukan sebagai seorang perwira dan seorang hakim seperti ini mereka kumpulkan di tempat-tempat sempit yang menimbulkan sikap saling menjauh dan mudah tersinggung untuk saling mengkritik dalam satu perkara bersama; mereka membuat orang-orang itu berkelahi dan mencerai-beraikan kekuatan maknawi mereka. Sesudah itu, mereka dengan mudah menampar dan memukul orang-orang yang telah kehilangan kekuatannya.
Karena murid-murid Risale-i Nur menempuh jalan persahabatan yang tulus, persaudaraan, dan fana fil-ikhwan (melebur di dalam saudara-saudaranya), insyaallah mereka akan menggagalkan rencana yang telah teruji lagi bersifat munafik ini pula.