Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 396

Risalah Buah sangat penting dan sangat berharga. Aku berharap suatu masa nanti ia akan membuat futuhat yang besar. Kalian telah memahami nilainya sepenuhnya sehingga kalian tidak membiarkan ruang belajar ini tanpa pelajaran. Untuk diriku sendiri aku berkata: Seandainya buah dari sekian banyak kesukaran dan biaya kita hanyalah risalah ini, Risalah Pembelaan, dan berkumpulnya kami bersama kalian di satu tempat, hal itu pun sudah menjadikan biaya dan kesukaran itu tidak berarti; bahkan seandainya aku menanggung musibah ini sepuluh kali lipat, ia tetap murah.

Dengan banyak pengalaman, dan terutama di dalam penjara yang sempit lagi menyesakkan ini, timbul keyakinan yang pasti padaku bahwa: menyibukkan diri dengan Risale-i Nur — dengan membacanya dan menuliskannya — sangat meringankan kesempitan dan membuat hati menjadi lega. Ketika aku tidak menyibukkan diri dengannya, musibah itu berlipat ganda dan membuatku sedih dengan hal-hal yang tidak perlu. Karena beberapa sebab, aku menduga bahwa Hüsrev, Hâfız Ali, dan Tahirî adalah yang paling menderita; padahal ketenangan, penyerahan diri, dan hati yang tenteram justru paling banyak kulihat pada mereka dan pada orang-orang yang bersama mereka. Aku pun berkata, "Gerangan apa sebabnya?"

Sekarang aku memahami bahwa mereka menjalankan tugas mereka yang hakiki; karena mereka tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak berguna, tidak mencampuri tugas kada dan takdir, dan tidak melakukan sikap memamerkan diri yang lahir dari ananiyah

serta tidak mengkritik dan tidak panik; maka dengan ketenangan, keteguhan, dan hati mereka yang mantap, mereka mengangkat kehormatan murid-murid Risale-i Nur dan memperlihatkan kekuatan maknawi Risale-i Nur di hadapan zandaqah. Semoga Allah meratakan kepada seluruh saudara kita tabiat izzah dan kepahlawanan yang sempurna yang terdapat pada mereka di dalam puncak tawaduk dan sikap melenyapkan diri, amin!