Kesimpulannya,
Sinar-Sinar · hlm. 112
dalam penetapan, hasilnya satu, ia wâhid, dan terjadilah saling menopang. Adapun dalam penafian, hasilnya tidak satu, melainkan berbilang. Dengan berbilangnya batasan seperti "menurutku dan dalam pandanganku" atau "dalam keyakinanku" pada setiap orang, hasilnya pun ikut berbilang, sehingga tidak lagi terjadi saling menopang.
Maka pada titik hakikat ini, kemajemukan orang-orang kafir dan para pengingkar yang menentang iman serta banyaknya mereka secara lahiriah tidaklah memiliki nilai. Padahal semestinya hal itu sama sekali tidak menimbulkan keraguan pada keyakinan dan iman seorang mukmin; namun pada abad ini penafian dan pengingkaran para filsuf Eropa telah menimbulkan keraguan pada sebagian orang malang yang terpesona kepada mereka, lalu melenyapkan keyakinan mereka dan membinasakan kebahagiaan abadi mereka. Dan kematian yang setiap hari menimpa tiga puluh ribu orang dari kalangan manusia, yakni maut dan ajal, telah mereka keluarkan dari makna sebuah pelepasan tugas lalu mereka ubah menjadi bentuk hukuman mati yang kekal. Kubur yang pintunya tidak pernah tertutup itu senantiasa mengingatkan hukuman mati tersebut kepada si pengingkar, sehingga meracuni hidupnya yang lezat dengan derita-derita yang pedih. Maka pahamilah, betapa besar nikmat iman itu dan betapa ia adalah kehidupan bagi kehidupan!