Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia: Mehmed, Mustafa, İbrahim, Ceylan!
Sinar-Sinar · hlm. 520
Pertama: Kemarin aku melihat perbincangan hangat kalian berempat; aku sangat gembira dan senang. Aku mendengarkannya dengan lapang, seolah-olah aku pun berada di samping kalian. Tiba-tiba aku melihat bahwa di kedua sisi kalian ada orang-orang yang menyimak. Hal itu berlangsung setengah jam. Aku menjadi cemas, lalu berkata dalam hati: Ada kemungkinan di antara para penyimak itu terdapat seorang mata-mata yang membesar-besarkan perkara kecil dan memberi makna yang keliru, yang menyimak dengan saksama, sementara saudara-saudara yang berbicara sama sekali tidak menoleh dan tidak memperhatikan mereka karena kurang berhati-hati dan karena asyiknya perbincangan; karena itulah aku mengirimkan jawaban kepada kalian. Alhamdulillah, aku mengetahui bahwa tidak ada pembicaraan yang membahayakan. Pada saat yang genting ini, sikap hati-hati sangat diperlukan.
Kedua: Dari sebuah surat Hoca Hasan yang ditulis dengan husnuzan seratus derajat melebihi kadar diriku, aku mengetahui bahwa ia akan menjadi penyebar Nur persis seperti almarhum Hasan Feyzi, pahlawan Denizli itu. Insya Allah, di Afyon pun akan bermunculan orang-orang seperti Hasan Feyzi. Afyon tidak akan tertinggal dari Denizli, dan akan mengubah kesusahan kami menjadi rahmat.