AYAT KEDUA PULUH TIGA
Sinar-Sinar · hlm. 734
عَسٰى رَبُّنَٓا اَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا Ayat ini, sebagaimana ia memandang kepada setiap abad, memandang pula kepada abad ini; dan sebuah tanda bahwa ia secara khusus memberi ramz kepada murid-murid Risale-i Nur di antara orang-orang yang pada abad ini jatuh ke dalam berbagai musibah bagaikan mimpi buruk yang mencekam, lalu memohon kepada Rabb mereka Yang Rahîm agar menggantinya dengan kebaikan, adalah demikian:
Pada tahun seribu tiga ratus empat puluh lima (1345) yang merupakan kedudukan jifir ayat ini, bersamaan dengan ditulisnya risalah-risalah yang penting, peristiwa-peristiwa luar biasa pun bersiap untuk terjadi. Dan di desa Barla yang menjadi pusat penyebaran Risale-i Nur, kesempitan yang berlebih ditimpakan kepada penulisnya. Dan terutama ketika masjid kecilnya diusik, murid-murid Risale-i Nur berlindung kepada hadirat Ilahi dengan permohonan yang kuat seraya merintih: "Wahai Rabb! Gantilah mimpi yang dahsyat ini dengan kebaikan!" Berbeda dengan semua orang yang berputus asa, dengan harapan dan permohonan yang sangat kuat mereka menguatkan kekuatan maknawi kaum Muslimin.
Yang seketika terlintas di hati tanpa susah payah dari ayat ini hanyalah sekian. Selebihnya, rahasianya masih banyak. Agar tidak menjadi sikap memaksakan diri, aku memendekkannya.