AYAT DAN AYAT-AYAT KEDUA PULUH DUA
Sinar-Sinar · hlm. 733
Yaitu pengumuman kudsi تِلْكَ اٰيَاتُ الْكِتَابِ yang terdapat di permulaan Surah Yunus, Yusuf, Ar-Ra'd, Al-Hijr, Asy-Syu'ara, Al-Qasas, dan Luqman. Hubungan maknawinya telah diterangkan sampai batas tertentu pada penutup ayat kedua puluh satu. Adapun jifirnya: di dalam ayat ini tiga ت berjumlah seribu dua ratus, dan dua ك serta dua ل berjumlah seratus, jumlah keseluruhannya seribu tiga ratus. Satu ى, satu ب, dan empat atau lima ا seluruhnya berjumlah seribu tiga ratus enam belas atau tujuh belas (1316-1317); maka dengan bersandar kepada kuatnya hubungan maknawi dari tawafuknya yang tepat sekali kepada tarikh ketika penulis Risale-i Nur, melalui sebuah perubahan pemikiran, menjadikan ilmu-ilmu yang beragam sebagai anak tangga untuk naik kepada hakikat-hakikat Al-Qur'an, kami berkata:
Tawafuk itu memberi ramz bahwa: pada abad ini, tiga puluh tiga Kalimat, tiga puluh tiga Surat, dan tiga puluh satu Lem'a yang disebut Risale-i Nur, pada zaman ini merupakan ayat-ayat bagi ayat-ayat yang ada di dalam Kitab Mubin. Yakni ia adalah tanda-tanda bagi hakikat-hakikatnya, dan burhan-burhan bahwa ia haq lagi hakikat. Dan ia adalah hujah-hujah yang sangat kuat bagi hakikat-hakikat iman yang ada di dalam ayat-ayat itu. Dan ia adalah dalil-dalilnya yang layak menerima isyarat semacam ini, yang menyatakan bahwa hakikat-hakikat itu demikian nyata sehingga terlihat pula oleh mata melalui isyarat inderawi dari kalimat suci تِلْكَ. Demikianlah, secara ramzi ia memasukkan Risale-i Nur ke dalam lingkaran menyeluruh dari salah satu makna isyarinya sebagai satu anggota yang khusus lagi menjadi pusat perhatian.
Kesimpulannya: Sebagaimana makna isyari yang terdapat di dalam ayat ini berkedudukan sebagai tujuh isyarat pada tujuh surah, sehingga naik ke derajat petunjuk, bahkan ke derajat kejelasan yang gamblang; demikian pula persis, ramz yang ada pada صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ pun, karena terdapat pada tujuh delapan surah, berkedudukan sebagai tujuh delapan ramz, lalu menaikkan ramz itu ke derajat isyarat, bahkan petunjuk, bahkan kejelasan yang gamblang.
Peringatan: Isyarat-isyarat yang seketika terlintas di hati tanpa susah payah itulah yang dicatat. Agar tidak masuk ke dalam sikap memaksakan diri, banyak isyarat dari tiga puluh tiga ayat yang bertanda itu tidak dicatat.