Risale-i NurSinar-Sinar

AYAT KELIMA

Sinar-Sinar · hlm. 716

Yaitu اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْش۪ى بِه۪ فِى النَّاسِ. Ramzi ayat ini sangatlah halus. Sebab, baik dengan hubungan maknawi yang kuat maupun dengan jifir, di antara satuan-satuannya yang banyak sekali, ia memandang secara khusus kepada Risale-i Nur dan penulisnya. Yaitu demikian:

Kata مَيْتًا, dari sisi tanwin dihitung sebagai "nun", berjumlah lima ratus (500); maka dengan tawafuknya kepada bilangan lima ratus, yaitu bilangan nama "Said Nursî", ia mengisyaratkan bahwa: "Said Nursî pun sudah seperti mayat. Ia dihidupkan kembali dengan Risale-i Nur, dan dengannya ia menemukan kehidupan."

Benar, dua tanwin pada اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا adalah dua "nun". Jumlahnya seribu tiga ratus tiga puluh empat (1334); dan itu juga merupakan tarikh (menurut penanggalan Arab) ketika Said secara menakjubkan selamat dari sebuah kematian jasmani yang dahsyat di dalam Perang Dunia, ketika ia terlepas dari sebuah kematian maknawi yang keras yang datang dari filsafat dan keadaan lalai, serta ketika ia masuk ke dalam kehidupan yang segar dengan air kehidupan Al-Qur'an. Tawafuk maknawi dan kecocokan jifir ini adalah sebuah isyarat yang mencapai derajat petunjuk yang pasti.

Selain itu, pada فَاَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْش۪ى بِه۪ فِى النَّاسِ, dari sisi tanwin dihitung "nun", "nun" yang bertasydid dihitung dua "nun", dan ى yang dilafalkan pada بِه۪ turut dihitung, jumlahnya seribu dua ratus sembilan puluh empat (1294), yaitu tahun pertama kelahiran dan kehidupannya. Jadi, dengan kalimat ini ia mengisyaratkan kepada kehidupan jasmaninya, dan dengan kalimat sebelumnya kepada kehidupan maknawinya.

Kesimpulannya: Ayat ini, dari sebuah lapisan isyari di antara lapisan-lapisannya yang berbilang lagi banyak, memandang — secara ramzi, bahkan secara isyarat, bahkan secara petunjuk yang pasti — kepada Risale-i Nur, kepada penulisnya, kepada permulaan abad keempat belas ini, dan kepada awal mula Risale-i Nur pada permulaan abad itu. اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا