Saudara-saudaraku yang Aziz, setia, teguh, lagi tulus!
Sinar-Sinar · hlm. 387
Bukan untuk membuat kalian bersedih atau untuk mengambil suatu langkah lahiriah, melainkan agar aku lebih banyak lagi mengambil manfaat dari perserikatan maknawi doa kalian, dan agar kalian pun lebih kuat lagi memelihara ketenangan diri, kehati-hatian, kesabaran, ketabahan, serta saling menopang dengan sekuat-kuatnya, aku menerangkan satu keadaanku, yaitu:
Kesukaran dan siksaan yang kutanggung di sini dalam satu hari, di Eskişehir tidak kutanggung dalam satu bulan. Para mason yang dahsyat telah menyuruh seorang mason yang tidak berperikemanusiaan untuk mengganggu diriku, agar dari kemarahanku dan dari ucapanku "Sudah cukup!" terhadap siksaan mereka, mereka menemukan dalih, lalu menjadikannya sebagai alasan bagi penyerangan mereka yang zalim, sehingga kebohongan mereka tertutupi. Adapun aku, sebagai buah karunia Ilahi yang menakjubkan, aku bersabar sambil bersyukur, dan aku pun telah bertekad untuk terus demikian.
Selama kita berserah kepada takdir dan memandang kesukaran-kesukaran ini sebagai nikmat maknawi dari sisi meraih pahala yang berlipat dengan rahasia خَيْرُ الْاُمُورِ اَحْمَزُهَا ; selama akibat musibah duniawi yang bersifat sementara pada umumnya berujung pada kelegaan dan kebaikan; dan selama kita memiliki keyakinan yang pasti pada tingkat haqqul yakin bahwa:
Kita telah mewakafkan hidup kita untuk suatu hakikat yang lebih cemerlang daripada matahari, seindah surga, dan semanis kebahagiaan abadi. Maka sudah pasti kita harus berkata, "Dengan keadaan-keadaan yang penuh kesukaran ini kami sedang menjalankan perjuangan maknawi dengan penuh kebanggaan dan penuh syukur," dan kita tidak boleh mengeluh.
Saudara-saudaraku yang Aziz! Nasihat kami dari awal sampai akhir: peliharalah saling menopang di antara kalian; jagalah diri dari ananiyah (keakuan), dari sikap mementingkan diri, dan dari persaingan; serta bersikaplah tenang dan penuh kehati-hatian.