Risale-i NurSinar-Sinar

AYAT KETUJUH

Sinar-Sinar · hlm. 721

وَ يُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِه۪. Sebagaimana masadak yang nyata bagi makna kulli ayat masyhur ini pada zaman ini ialah Risaletü'n-Nur, demikian pula — dengan syarat "lam" bertasydid pada lafzullah dihitung satu "lam", dan "ya" yang terucap pada بِكَلِمَاتِه۪ ikut dihitung — bilangannya sembilan ratus sembilan puluh delapan (998), sehingga dengan tawafuk yang tepat sekali dengan bilangan Risaletü'n-Nur, yaitu sembilan ratus sembilan puluh delapan, ia memandang kepadanya secara ramzi berdasarkan kaitan maknawinya. Dan salah satu kaitan yang membuat ramz ini menjadi halus lagi kuat ialah demikian:

Bagian-bagian Risaletü'n-Nur termasyhur dengan nama Sözler. Adapun Sözler, di dalam bahasa Arab ialah "kalimat". Dan dengan kalimat-kalimat itu ia telah membuktikan hakikat-hakikat Al-Qur'an sebagai kebenaran murni dan hakikat itu sendiri, sedemikian rupa sehingga ia benar-benar membungkam para filsuf yang tidak beragama pada zaman ini.