Risale-i NurSinar-Sinar

AYAT KEDELAPAN

Sinar-Sinar · hlm. 722

Ia ialah قُلْ اِنَّن۪ى هَدٰين۪ى رَبّ۪ٓى اِلٰى صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ. Sebagaimana satuan yang sesuai lagi cocok bagi makna kulli ayat masyhur ini pada abad ini ialah Risaletü'n-Nur, demikian pula secara jifir kalimat صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ — dengan memandang bahwa tanwin pada صِرَاطٍ dihitung "nun" — memandang kepada bilangan Risaletü'n-Nur, yaitu sembilan ratus sembilan puluh delapan (998), dengan dua perbedaan yang mengandung rahasia {(Catatan kaki): Yakni, ada dua perbedaan untuk mengisyaratkan tingkatannya. Risale-i Nur bukanlah wahyu, melainkan ilham dan istikhraj.}; demikian pula kedudukan abjad kalimat هَدٰين۪ى رَبّ۪ٓى اِلٰى صِرَاطٍ مُسْتَق۪يمٍ berjumlah seribu tiga ratus enam belas (1316), sehingga bertawafuk dengan tepat sekali dengan bilangan seribu tiga ratus enam belas, yaitu tarikh yang paling bersemangat ketika penulis Risale-i

Nur berada di dalam persiapan-persiapan Nuriyah bersama pengajarannya.