AYAT KESEMBILAN
Sinar-Sinar · hlm. 722
Ia ialah kalimat فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى, yang terdapat baik di dalam surah "Al-Baqarah" maupun di dalam surah "Luqman". Yakni: "Barang siapa beriman kepada Allah, ia berpegang dan bergantung pada sebuah rantai bercahaya yang tidak akan pernah putus." Adapun Risale-i Nur, karena telah nyata bahwa ia merupakan burhan Qur'ani yang paling bercahaya lagi paling kuat bagi iman kepada Allah pada zaman ini, maka untuk menguatkan bahwa ia secara khusus tercakup di dalam cakupan menyeluruh بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى ini, kedudukan jifirnya berjumlah seribu tiga ratus empat puluh tujuh (1347), lalu dengan tawafuk yang tepat sekali ia memandang kepada tarikh bersinarnya penyebaran Risaletü'n-Nur secara luar biasa. Dan ia memberitahukan secara ramzi bahwa urwatul wutsqa yang lahir dari i'jaz maknawi Al-Qur'an pada abad keempat belas ini, dan sarana bercahaya yang akan mengeluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya, ialah Risalei'n-Nur.