Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Sinar Kelima

Sinar-Sinar · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

Sinar Kelima

Tiga puluh tahun lalu, dalam ‘Muhakemat-ı Bedîiye’ (Penilaian-Penilaian yang Menakjubkan) yang telah dicetak, dibicarakan dua puluh persoalan mengenai tembok Zulkarnain, Yakjuj dan Makjuj, serta tanda-tanda kiamat lainnya. Sebagai pelengkap Muhakemat tersebut, sebagian drafnya telah ditulis tiga belas tahun {(Catatan): Kini telah berlalu lebih dari empat puluh tahun.} lalu. Demi memenuhi permintaan sahabat yang terhormat, naskah itu disalin dengan bersih dan menjadi Sinar Kelima.

Sinar Kelima dari Lem’a Ketiga Puluh Satu dalam Surat Ketiga Puluh Satu.

PERINGATAN:

Bacalah terlebih dahulu persoalan-persoalan yang datang setelah pendahuluan agar maksud pendahuluan dapat dipahami. Suatu butir hikmah ayat

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ ﻓَﻘَﺪْ ﺟَٓﺎﺀَ ﺍَﺷْﺮَﺍﻃُﻬَﺎ

ditulis untuk menjaga akidah kaum mukmin awam pada masa ini serta melindunginya dari keraguan. Sebagian hadis mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman memiliki makna mendalam seperti ayat-ayat mutasyabih (samar) Al-Qur’an. Hadis-hadis itu tidak ditafsirkan seperti ayat-ayat muhkam yang jelas maknanya, dan tidak setiap orang dapat mengetahuinya. Sebaliknya, orang melakukan takwil sebagai ganti tafsir. Menurut rahasia

ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺗَﺎْﻭ۪ﻳﻠَﻪُٓ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَ ﺍﻟﺮَّﺍﺳِﺨُﻮﻥَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ,

setelah peristiwa terjadi, takwilnya dipahami dan maksudnya diketahui. Orang-orang yang mendalam dalam ilmu berkata

ﺍٰﻣَﻨَّﺎ ﺑِﻪ۪ ﻛُﻞٌّ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﺭَﺑِّﻨَﺎ,

lalu menampakkan hakikat-hakikat tersembunyi itu.

Sinar Kelima ini memiliki satu pendahuluan serta dua puluh tiga persoalan.

PENDAHULUAN

Terdiri atas lima pokok.

POKOK PERTAMA:

Karena iman serta tugas dan kewajiban merupakan ujian, percobaan, serta perlombaan dalam lingkup kehendak bebas, tentu persoalan-persoalan teoretis yang tertutup, mendalam, serta memerlukan penelitian dan percobaan tidak akan jelas dengan sendirinya. Persoalan-persoalan itu juga tidak akan memaksa setiap orang untuk membenarkannya, mau maupun tidak. Dengan demikian, orang-orang seperti Abu Bakar dapat naik ke a’la illiyyin, tingkatan tertinggi, dan orang-orang seperti Abu Jahal jatuh ke asfala safilin, tingkatan paling rendah. Jika kehendak bebas tidak tersisa, tugas serta kewajiban tidak dapat ada. Karena rahasia serta hikmah inilah, mukjizat diberikan dengan jarang dan langka.

Di negeri tugas dan kewajiban, tanda-tanda kiamat serta tanda-tanda datangnya akhir waktu yang akan terlihat oleh mata juga bersifat tertutup serta memerlukan takwil, seperti sebagian ayat mutasyabih Al-Qur’an. Hanya terbitnya matahari dari barat yang memaksa setiap orang membenarkan hingga derajat yang jelas dengan sendirinya; karena itu, pintu tobat tertutup, dan tobat serta iman tidak lagi diterima. Sebab, orang-orang seperti Abu Bakar serta Abu Jahal menjadi sama dalam membenarkan. Bahkan turunnya Isa aleyhisselâm, serta bahwa dirinya adalah Isa aleyhisselâm, diketahui melalui perhatian cahaya iman; tidak setiap orang dapat mengetahuinya. Bahkan tokoh-tokoh mengerikan seperti Dajal serta Sufyan sendiri pun tidak mengenali diri mereka.

POKOK KEDUA:

Sebagian perkara gaib yang diberitahukan kepada Nabi ﷺ diberitahukan secara terperinci. Dalam bagian ini, tidak dilakukan perubahan apa pun dan beliau tidak dapat ikut campur, seperti ayat-ayat muhkam Al-Qur’an serta hadis qudsi. Sebagian lainnya diberitahukan secara garis besar; perincian serta penggambarannya diserahkan kepada ijtihad beliau. Contohnya ialah hadis-hadis mengenai peristiwa alam serta kejadian masa depan yang tidak termasuk perkara iman. Dalam bagian ini, melalui balagahnya, Nabi kita ﷺ memberikan perincian serta gambaran dalam bentuk perumpamaan, sesuai dengan hikmah rahasia kewajiban agama.

Misalnya, dalam suatu perbincangan terdengar suara gemuruh yang dalam. Beliau ﷺ bersabda, ‘Gemuruh ini ialah suara batu yang selama tujuh puluh tahun menggelinding menuju neraka, lalu pada saat ini mencapai serta jatuh ke dasar neraka.’ Lima-enam menit setelah kabar ganjil ini, seseorang datang dan berkata, “'Yâ Resulallah!' ﷺ Si anu, seorang munafik berusia tujuh puluh tahun, telah meninggal dan pergi ke neraka.” Hal ini memperlihatkan takwil ucapan Nabi ﷺ yang luhur serta penuh balagah.

PERINGATAN:

Peristiwa-peristiwa kecil masa depan yang tidak termasuk hakikat-hakikat iman tidak memiliki arti penting dalam pandangan kenabian.

POKOK KETIGA:

Terdiri atas dua butir hikmah.

Pertama:

Karena sebagian hadis yang diriwayatkan dalam bentuk perbandingan serta perumpamaan, seiring berlalunya waktu, dianggap sebagai kenyataan oleh orang awam, hadis-hadis itu tampak tidak sesuai dengan peristiwa. Meskipun merupakan hakikat itu sendiri, kesesuaiannya dengan peristiwa tidak terlihat. Misalnya, seperti para pemikul Arasy, dua malaikat yang termasuk pemikul bumi, yang bernama serta diumpamakan sebagai Sevr dan Hut, dibayangkan sebagai seekor lembu raksasa serta ikan yang amat besar.

Kedua:

Meskipun sebagian hadis datang berkenaan dengan mayoritas umat Islam, pemerintahan Islam, atau pusat khilafah, hadis-hadis itu disangka mencakup seluruh penduduk dunia. Meskipun bersifat khusus dari satu segi, hadis-hadis itu dianggap menyeluruh serta umum. Misalnya, terdapat suatu riwayat: ‘Akan datang masa ketika tidak tersisa orang yang mengucapkan “Allah Allah” سُبْحَانَهُ.’ Dengan kata lain, tempat-tempat zikir akan ditutup, dan azan serta ikamah akan dibaca dalam bahasa Turki.

POKOK KEEMPAT:

Sebagaimana perkara-perkara gaib seperti ajal serta kematian tetap tersembunyi demi banyak hikmah serta manfaat, kiamat—yang merupakan sakratulmaut serta kematian dunia, dan ajal serta wafat jenis manusia dan jenis hewan—juga disembunyikan demi banyak manfaat. Ya, jika waktu ajal diketahui dengan jelas, separuh umur akan dijalani dalam kelalaian mutlak. Setelah separuhnya, setiap hari seseorang akan melangkah satu kaki lagi menuju tiang gantungan untuk digantung, lalu hidup dalam kengerian mutlak. Keseimbangan antara takut serta harap yang penuh manfaat dan hikmah akan rusak. Demikian pula, jika waktu kiamat yang merupakan ajal serta sakratulmaut dunia diketahui dengan jelas, abad-abad awal serta pertengahan akan amat sedikit tersentuh pemikiran tentang akhirat. Abad-abad terakhir akan berada dalam kengerian mutlak. Kenikmatan serta nilai kehidupan dunia tidak akan tersisa; arti penting serta hikmah ubudiyah yang dilakukan dengan kehendak bebas, penuh ketaatan, di antara takut serta harap pun tidak akan ada.

Jika waktunya diketahui dengan jelas, sebagian hakikat iman juga akan mencapai derajat yang jelas dengan sendirinya, dan setiap orang membenarkannya, mau maupun tidak. Rahasia kewajiban agama serta hikmah iman yang berkaitan dengan kehendak bebas dan kemauan akan rusak.

Karena perkara-perkara gaib tersembunyi demi banyak manfaat demikian, setiap orang pada setiap menit memikirkan ajal serta keberlanjutan hidupnya; dengan begitu ia dapat berusaha demi dunia sekaligus akhiratnya. Demikian pula, karena pada setiap abad orang dapat memikirkan bahwa kiamat akan tiba sekaligus dunia akan terus berlangsung, ia dapat berusaha demi kehidupan kekal di tengah dunia yang fana serta demi memakmurkan dunia seakan-akan tidak akan pernah meninggal.

Jika waktu musibah diketahui dengan jelas, orang yang akan tertimpa musibah akan menantinya dan mungkin mengalami musibah maknawi lebih dari sepuluh kali musibah yang akan datang itu, hanya karena penantian tersebut. Agar ia tidak mengalaminya, Hikmah serta Rahmat Allah سُبْحَانَهُ membiarkan waktunya tersembunyi dan tertutup.

Karena kebanyakan peristiwa alam yang gaib memiliki hikmah-hikmah demikian, memberitahukan perkara gaib telah dilarang. Demi tidak bersikap tanpa hormat serta tidak taat terhadap prinsip

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ,

bahkan orang-orang yang melalui Izin Rabb memberitahukan perkara gaib di luar hal-hal yang menjadi dasar tugas dan kewajiban serta hakikat iman pun hanya menyampaikannya dalam bentuk isyarat yang tertutup serta tersembunyi. Bahkan kabar gembira serta berita mengenai Nabi kita ﷺ dalam Taurat, Injil, dan Zabur datang dalam bentuk yang sampai derajat tertentu tertutup serta tersembunyi; sebagian pengikut kitab-kitab itu melakukan takwil dan tidak beriman.

Namun, memberitahukan persoalan-persoalan yang termasuk keyakinan iman dengan jelas serta berulang, dan menyampaikannya secara terbuka merupakan tuntutan hikmah tugas dan kewajiban. Karena itu, Al-Qur’an yang bermukjizat dalam penjelasannya serta Penafsirnya Yang Mulia ﷺ memberitahukan perkara-perkara akhirat secara terperinci, dan peristiwa-peristiwa dunia di masa depan secara garis besar.

POKOK KELIMA:

Keajaiban-keajaiban yang berkaitan dengan masa kedua Dajal juga diriwayatkan dengan menyebut serta menghubungkan keduanya. Karena dipahami serta disangka bahwa keajaiban-keajaiban itu akan muncul dari diri mereka, riwayat tersebut menjadi mutasyabih dan maknanya tersembunyi. Misalnya, perjalanan mereka dengan pesawat serta kereta api...

Misalnya, juga telah terkenal bahwa ketika Dajal Islam meninggal, setan yang melakukan khidmah kepadanya akan berseru kepada seluruh dunia dari Dikilitaş di Istanbul, dan setiap orang akan mendengar suara, ‘Ia telah meninggal.’ Yakni, seruan serta berita akan disampaikan melalui ‘radio’ yang amat menakjubkan dan bahkan membuat setan-setan terheran-heran.

Keadaan ganjil serta tindakan mengerikan yang berkaitan dengan rezim, komite yang dibentuk, serta pemerintahan Dajal juga diriwayatkan dengan dihubungkan kepada dirinya, sehingga maknanya tersembunyi. Misalnya, diriwayatkan, ‘Ia begitu kuat dan bertahan; hanya Isa (as) yang mulia dapat membunuhnya, tidak ada jalan lain.’ Yakni, yang akan merusak serta membunuh jalan dan rezimnya yang buas hanyalah agama samawi serta luhur yang murni, yang akan muncul di antara kaum pengikut Isa. Agama pengikut Isa yang mengikuti serta bersatu dengan hakikat Al-Qur’an inilah yang, melalui turunnya Isa aleyhisselâm yang mulia, akan membuat jalan tanpa agama itu musnah serta mati. Adapun dirinya dapat dibunuh oleh satu mikroba atau selesma.

Tafsir serta penilaian sebagian perawi yang berasal dari ijtihad mereka yang dapat keliru juga bercampur dengan kata-kata hadis dan disangka sebagai hadis; maknanya tersembunyi. Kesesuaiannya dengan peristiwa tidak terlihat, dan ia menjadi seperti mutasyabih.

Pada masa dahulu, pribadi maknawi jamaah serta perkumpulan belum berkembang seperti pada masa ini, dan pemikiran yang berpusat pada individu lebih dominan. Karena sifat-sifat besar serta gerakan besar jamaah diberikan kepada orang-orang yang berada di puncak jamaah tersebut, agar sesuai serta layak bagi sifat-sifat yang luar biasa dan menyeluruh itu, mereka harus memiliki tubuh ganjil serta sosok mengerikan yang seratus tingkat lebih besar daripada tubuh dan kekuatan mereka, serta kekuatan dan kemampuan yang amat luar biasa. Karena itu, mereka digambarkan demikian. Kesesuaiannya dengan peristiwa tidak terlihat, dan riwayat tersebut menjadi mutasyabih.

Meskipun sifat serta keadaan kedua Dajal berbeda, terjadi kekaburan dalam riwayat-riwayat yang datang tanpa perincian; yang satu disangka sebagai yang lain. Keadaan ‘Mahdi Agung’ juga tidak sesuai dengan riwayat-riwayat yang menunjuk para Mahdi sebelumnya, sehingga menjadi seperti hadis mutasyabih. Imam Ali (ra) hanya membicarakan Dajal Islam.

Pendahuluan telah selesai; kita mulai membahas persoalan-persoalan.

Untuk saat ini, dari ratusan contoh peristiwa gaib itu, dua puluh tiga persoalan yang disebarkan oleh kaum mulhid dengan gagasan merusak akidah orang awam akan dijelaskan dengan amat ringkas melalui Taufik dari Rabb. Persoalan-persoalan itu tidak akan membahayakan seperti perkiraan kaum mulhid; sebaliknya, masing-masing akan terlihat sebagai satu kilau sifat bermukjizat Nabi ﷺ, dan takwilnya yang sejati akan dibuktikan serta diperlihatkan. Aku memohon kepada Rahmat Rabb agar hal ini menjadi sebab penting untuk menguatkan akidah orang awam. Aku memohon kepada Rabbku Yang Rahîm agar kesalahan serta kekeliruanku diliputi Ampunan serta Magfirah⁠-⁠Nya.

BAGIAN KEDUA SERTA PERSOALAN-PERSOALAN SINAR KELIMA

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ

PERSOALAN PERTAMA:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Tangan Sufyan, yang termasuk tokoh penting akhir zaman, akan berlubang.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢْ Salah satu takwilnya ialah: Karena amat boros demi perilaku bejat serta hiburan sia-sia, harta tidak bertahan dalam tangannya; harta mengalir ke pemborosan. Dalam suatu peribahasa dikatakan, ‘Tangan si anu berlubang.’ Yakni, ia amat boros.

Hadis ini mengingatkan bahwa melalui dorongan kepada pemborosan, Sufyan membangkitkan kerakusan serta ketamakan yang hebat, menggenggam dorongan-dorongan lemah manusia itu, dan menundukkan mereka kepada dirinya. Hadis ini memberitahukan bahwa orang yang boros menjadi tawanannya serta jatuh ke dalam perangkapnya.

PERSOALAN KEDUA:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Seorang tokoh mengerikan akhir zaman bangun pada pagi hari; di dahinya tertulis ﻫٰﺬَﺍ ﻛَﺎﻓِﺮ.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮَﺍﺏِٔ

Takwilnya ialah: Sufyan itu mengenakan penutup kepala orang Eropa di kepalanya sendiri serta membuat setiap orang mengenakannya. Namun, karena ia memberlakukannya secara umum melalui paksaan serta undang-undang, penutup kepala itu pun ikut bersujud, sehingga inşâallah mendapat petunjuk. Setiap orang tidak menjadi kafir hanya karena mengenakannya tanpa keinginan.

PERSOALAN KETIGA:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Para penguasa zalim akhir zaman, terutama Dajal, memiliki surga serta neraka palsu.’

ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِ

Salah satu takwilnya ialah suatu isyarat bahwa penjara serta sekolah menengah atas yang didirikan saling berhadapan dan saling menghadap dalam lingkungan pemerintahan akan berubah: yang satu menjadi tiruan buruk para bidadari serta gilman, yang lain berbentuk azab serta penjara bawah tanah.

PERSOALAN KEEMPAT:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Pada akhir zaman tidak tersisa orang yang mengucapkan “Allah, Allah” سُبْحَانَهُ.’

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

Salah satu takwilnya seharusnya ialah: Tekke, tempat-tempat zikir, serta madrasah yang berzikir dengan mengucapkan ‘Allah, Allah, Allah’ سُبْحَانَهُ akan ditutup, dan dalam syiar seperti azan serta ikamah, nama lain akan ditempatkan sebagai ganti nama Allah سُبْحَانَهُ. Itulah maksudnya; maksudnya bukan bahwa seluruh manusia akan jatuh ke dalam kekufuran mutlak. Sebab, mengingkari Allah سُبْحَانَهُ sama jauhnya dari akal dengan mengingkari kainat. Akal tidak menerima bahwa hal itu terjadi pada seluruh manusia, bahkan pada mayoritas manusia sekalipun. Orang-orang kafir tidak mengingkari Allah سُبْحَانَهُ; mereka hanya keliru mengenai Sifat-Sifat⁠-⁠Nya.

Takwil lainnya ialah: Agar tidak melihat kengerian pecahnya kiamat, ruh kaum mukmin diambil sedikit lebih awal; kiamat meledak di atas kepala orang-orang kafir.

PERSOALAN KELIMA:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Pada akhir zaman, sebagian tokoh seperti Dajal akan mengaku memiliki keilahian serta membuat orang bersujud kepada mereka.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢْ Salah satu takwilnya ialah: Sebagaimana panglima nomad yang mengingkari raja membayangkan kerajaan-kerajaan kecil dalam dirinya serta panglima-panglima lainnya, sesuai derajat kekuasaan mereka, demikian pula tokoh-tokoh yang menjadi pemimpin aliran kaum naturalis serta materialis membayangkan dalam diri mereka suatu jenis rububiyah, sesuai derajat kekuatan mereka. Demi kekuatan sendiri, mereka membuat rakyat tunduk dengan ubudiyah kepada diri serta patung-patung mereka, dan menundukkan kepala mereka dalam rukuk.

PERSOALAN KEENAM:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Fitnah akhir zaman begitu mengerikan sehingga tidak seorang pun dapat menguasai nafsunya.’ Karena itu, selama seribu tiga ratus tahun, melalui perintah Nabi ﷺ, seluruh umat memohon perlindungan dari fitnah tersebut. Setelah azab kubur,

ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ ﻭَ ﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍٰﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ

menjadi wirid umat.

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮَﺍﺏِٔ

Salah satu takwilnya ialah: Fitnah-fitnah itu menarik serta memikat nafsu. Manusia melakukannya melalui kehendak bebas, bahkan dengan kenikmatan. Misalnya, di Rusia, perempuan serta laki-laki bersama-sama masuk ke pemandian dalam keadaan telanjang. Karena secara alami amat cenderung memperlihatkan kecantikannya, perempuan dengan senang hati terjun ke dalam fitnah itu dan tersesat. Laki-laki yang secara alami memuja keindahan pun dikalahkan nafsunya, jatuh ke dalam api itu dengan kegembiraan seperti orang mabuk, lalu terbakar.

Hiburan sia-sia, dosa besar, serta bidah pada masa itu, seperti dansa serta teater, melalui daya tarik masing-masing mengumpulkan para pemuja nafsu di sekelilingnya seperti ngengat, lalu membuat mereka linglung. Adapun jika melalui paksaan mutlak, kehendak bebas tidak tersisa dan dosa pun tidak ada.

PERSOALAN KETUJUH:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Sufyan akan menjadi seorang alim besar; melalui ilmu ia jatuh ke dalam kesesatan. Banyak alim akan mengikutinya.’

ﻭَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِٔ

Salah satu takwilnya ialah: Meskipun tidak memiliki sarana kerajaan seperti raja-raja lain—misalnya kekuatan serta kemampuan, kabilah serta suku, keberanian serta kekayaan—ia memperoleh kedudukan itu melalui kecerdasan, pengetahuan sains, serta ilmu politiknya. Melalui akalnya, ia menundukkan akal banyak alim dan menjadikan mereka pemberi fatwa di sekelilingnya. Ia juga menjadikan banyak guru sebagai pendukungnya, mengambil pendidikan yang telah dilepaskan dari pelajaran agama sebagai pedoman, serta bekerja keras untuk memberlakukannya secara umum.

PERSOALAN KEDELAPAN:

Riwayat-riwayat memperlihatkan bahwa fitnah mengerikan Dajal akan terjadi di antara umat Islam; karena itu seluruh umat memohon perlindungan.

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

Salah satu takwilnya ialah: Dajal umat Islam berbeda. Bahkan sebagian orang-orang yang meneliti kebenaran berkata seperti perkataan Imam Ali (ra): Dajal mereka ialah Sufyan. Ia akan muncul di antara umat Islam serta bekerja melalui penipuan. Dajal agung orang-orang kafir berbeda. Adapun menghadapi paksaan serta penindasan mutlak Dajal agung, orang yang tidak taat menjadi syahid; orang yang taat tanpa keinginan tidak menjadi kafir, bahkan tidak menjadi pendosa.

PERSOALAN KESEMBILAN:

Dalam riwayat-riwayat, peristiwa-peristiwa Sufyan serta kejadian masa depan digambarkan terjadi di sekitar Syam serta Arab.

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢْ Salah satu takwilnya ialah: Karena pusat khilafah dahulu berada di Irak, Syam, serta Madinah, para perawi melalui ijtihad sendiri memberikan makna seakan-akan pusat itu akan selalu tetap demikian. Mereka menggambarkannya di dekat ‘pusat pemerintahan Islam’ serta menyebut Aleppo dan Syam sebagai tempatnya. Mereka memperinci berita-berita hadis yang bersifat garis besar melalui ijtihad sendiri.

PERSOALAN KESEPULUH:

Dalam riwayat-riwayat, dibicarakan kemampuan luar biasa tokoh-tokoh akhir zaman.

ﻭَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِٔ

Takwilnya ialah: Hal itu merupakan kiasan mengenai keagungan pribadi maknawi yang diwakili tokoh-tokoh tersebut. Seperti gambaran panglima tertinggi Jepang yang pernah mengalahkan Rusia, yang diperlihatkan dengan satu kaki di Samudra serta kaki lainnya di Benteng Port Arthur, keagungan mengerikan pribadi maknawi juga diperlihatkan pada tokoh yang mewakilinya serta patung-patung besar tokoh itu.

Adapun kemampuan mereka yang luar biasa serta menakjubkan tampak sebagai kemampuan demikian karena kebanyakan tindakan mereka berupa perusakan serta hal-hal yang diinginkan nafsu. Sebab, merusak itu mudah; sebatang korek api membakar satu desa. Hal-hal yang diinginkan nafsu cepat menyebar karena nafsu mendukungnya.

PERSOALAN KESEBELAS:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Pada akhir zaman, seorang laki-laki mengawasi empat puluh perempuan.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮَﺍﺏِٔ

Hal ini memiliki dua takwil:

Pertama:

Pada masa itu, pernikahan yang sah berkurang atau dihapus seperti di Rusia. Dengan menghindari ikatan kepada seorang perempuan, ia menjadi penggembala empat puluh perempuan malang yang dibiarkan tanpa kendali.

Takwil kedua:

Hal ini merupakan kiasan bahwa pada masa fitnah tersebut, kebanyakan laki-laki binasa dalam peperangan, dan berdasarkan suatu hikmah, kebanyakan kelahiran berupa anak perempuan. Mungkin kebebasan perempuan serta keleluasaan penuh mereka menyulut dengan hebat syahwat perempuan; secara alami hal itu mengungguli laki-lakinya dan menjadi sebab anak ditarik menyerupai dirinya. Karena itu, melalui Perintah Ilahi, anak perempuan menjadi amat banyak.

PERSOALAN KEDUA BELAS:

Dalam riwayat-riwayat disebutkan, ‘Hari pertama Dajal ialah satu tahun, hari keduanya satu bulan, hari ketiganya satu pekan, hari keempatnya satu hari.’

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

Hal ini memiliki dua takwil:

Pertama:

Hal ini merupakan kiasan serta isyarat bahwa Dajal agung akan muncul dalam lingkaran Kutub Utara serta di daerah utara. Sebab, di lokasi Kutub Utara, seluruh tahun merupakan satu malam serta satu siang. Jika selama satu hari ia datang ke arah sini dengan kereta api pada musim panas, matahari tidak terbenam terus-menerus selama satu bulan. Jika ia datang satu hari lagi dengan mobil, matahari selalu terlihat selama satu pekan. Ketika menjadi tawanan di Rusia, aku berada dekat dengan lokasi ini. Jadi, hal ini merupakan kabar yang bermukjizat bahwa Dajal agung akan menyerbu ke arah sini dari utara.

Adapun takwil kedua: Terdapat tiga hari yang bermakna tiga masa kekuasaan zalim, baik bagi Dajal agung maupun Dajal Islam. ‘Dalam satu harinya, yakni satu masa pemerintahannya, ia melakukan tindakan-tindakan sedemikian besar yang tidak dilakukan dalam tiga ratus tahun. Pada hari keduanya, yakni masa keduanya, dalam satu tahun ia membuat orang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dilakukan dalam tiga puluh tahun. Pada hari serta masa ketiganya, perubahan-perubahan yang ia lakukan dalam satu tahun tidak dilakukan dalam sepuluh tahun. Pada hari serta masa keempatnya, ia menjadi biasa; ia tidak melakukan sesuatu, hanya berusaha mempertahankan keadaan.’ Melalui balagah yang amat luhur demikian, beliau memberitahukannya kepada umatnya.

PERSOALAN KETIGA BELAS:

Dalam riwayat yang pasti serta sahih disebutkan, ‘Isa aleyhisselâm membunuh Dajal agung.’

ﻭَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠّٰﻪِٔ

Hal ini juga memiliki dua segi:

Satu seginya ialah:

Orang yang dapat membunuh Dajal mengerikan yang melindungi dirinya serta menundukkan setiap orang melalui keajaiban-keajaiban istidraj, seperti sihir, magnetisme, dan spiritisme, serta mengubah jalannya, hanyalah sosok luar biasa, yang memiliki mukjizat serta diterima semua orang. Sosok itu ialah Isa aleyhisselâm yang mulia, yang paling berkaitan dan merupakan nabi bagi kebanyakan manusia.

Segi keduanya ialah:

Sosok pribadi Dajal dibunuh oleh pedang sosok pribadi Isa aleyhisselâm. Namun, yang dapat membunuh sosok besar serta pribadi maknawi materialisme dan paham tanpa agama yang mengerikan, yang dibentuk Dajal, serta memusnahkan gagasan kekufurannya yang berupa pengingkaran keilahian, hanyalah para rohaniwan pengikut Isa. Para rohaniwan itu memadukan hakikat agama pengikut Isa dengan hakikat Islam; melalui kekuatan tersebut mereka akan menghancurkannya serta membunuhnya secara maknawi. Bahkan riwayat, ‘Isa aleyhisselâm yang mulia datang. Beliau mengikuti Mahdi yang mulia dalam salat serta menjadi pengikutnya,’ menunjuk persekutuan ini serta kedudukan hakikat Al-Qur’an sebagai pedoman yang diikuti dan berkuasa.

PERSOALAN KEEMPAT BELAS:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Kekuatan penting Dajal ialah kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi mengikutinya dengan senang hati.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢْ Kita dapat berkata bahwa sebagian takwil riwayat ini telah muncul di Rusia. Sebab, orang-orang Yahudi yang mengalami kezaliman setiap pemerintahan berkumpul dalam jumlah besar di negeri Jerman dan, demi membalas dendam, mengambil peran penting dalam pendirian Komite Komunis. Mereka menjadikan seorang tokoh mengerikan bernama Troçki, yang berasal dari bangsa Yahudi, sebagai panglima tertinggi Rusia serta pemimpin Pemerintah Rusia setelah Lenin yang terkenal, yang mereka didik. Dengan demikian, mereka membuat kepala Rusia pecah serta membakar hasil seribu tahunnya. Mereka memperlihatkan komite Dajal agung serta sebagian tindakannya. Dalam pemerintahan-pemerintahan lain pun, mereka menimbulkan guncangan penting serta kekacauan.

PERSOALAN KELIMA BELAS:

Sebagaimana garis besar peristiwa Yakjuj serta Makjuj terdapat dalam Al-Qur’an, sebagian perinciannya terdapat dalam riwayat. Perincian itu tidak muhkam seperti garis besarnya yang termasuk ayat muhkam Al-Qur’an; sebaliknya, ia sampai derajat tertentu dianggap mutasyabih. Ia memerlukan takwil. Mungkin karena ijtihad para perawi bercampur ke dalamnya, ia memerlukan penafsiran.

Ya,

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ,

salah satu takwilnya ialah: Kabilah Manchu serta Mongol, yang dalam bahasa samawi Al-Qur’an diberi nama Yakjuj dan Makjuj, pada masa dahulu mengambil sebagian kabilah lain bersama mereka dari Cina-Macin dan beberapa kali mengacaukan Asia serta Eropa. Hal ini merupakan isyarat serta kiasan bahwa pada masa mendatang pun mereka akan membalikkan dunia hingga porak-poranda. Bahkan sekarang, anggota penting kaum anarkis dalam komunisme juga berasal dari mereka.

Ya, dalam Revolusi Prancis, melalui benih serta pencangkokan gagasan cinta kebebasan, sosialisme tumbuh serta lahir. Karena sosialisme merusak sebagian hal suci, gagasan yang dicangkokkannya kemudian berubah menjadi Bolshevisme. Karena Bolshevisme juga merusak banyak hal suci dalam akhlak, hati, serta kemanusiaan, tentu benih-benih yang mereka tanam akan menghasilkan anarkisme yang tidak mengenal batasan atau penghormatan apa pun. Sebab, jika penghormatan serta belas kasih keluar dari hati manusia, akal serta kecerdasan menjadikan orang-orang itu seperti monster yang amat mengerikan serta kejam; mereka tidak dapat lagi diatur melalui politik.

Tempat yang sepenuhnya sesuai bagi gagasan anarkisme ialah kabilah-kabilah penjarah yang tertindas, berjumlah besar, serta tertinggal dalam peradaban dan kekuasaan. Orang-orang yang sesuai dengan syarat-syarat itu ialah kabilah Manchu, Mongol, serta sebagian Kirgiz, yang menjadi sebab pembangunan Tembok Cina di Cina-Macin, membentang sejauh perjalanan empat puluh hari dan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sosok Ahmad ﷺ, yang menafsirkan kabar garis besar Al-Qur’an, telah memberitahukannya dengan sifat bermukjizat serta penuh ketelitian.

PERSOALAN KEENAM BELAS:

Dalam suatu riwayat, berkenaan dengan pembunuhan Dajal oleh Isa aleyhisselâm, diperlihatkan ‘Dajal memiliki tubuh luar biasa besar serta sosok megah yang lebih tinggi daripada menara, dan Isa aleyhisselâm yang mulia amat kecil jika dibandingkan dengannya.’

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

Salah satu takwilnya seharusnya ialah isyarat serta kiasan bahwa jumlah jamaah ruhani para pejuang yang mengenali Isa aleyhisselâm melalui cahaya iman serta mengikutinya amat sedikit dan kecil dibandingkan pasukan ilmiah serta jasmani Dajal dalam sekolah dan ketentaraan.

PERSOALAN KETUJUH BELAS:

Dalam suatu riwayat disebutkan, ‘Pada hari Dajal muncul, seluruh dunia mendengarnya. Dalam empat puluh hari ia mengelilingi dunia, dan ia memiliki keledai yang luar biasa.’

ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﻋْﻠَﻢْ Dengan syarat riwayat-riwayat ini sepenuhnya sahih, takwilnya ialah: Riwayat-riwayat ini memberitahukan dengan sifat bermukjizat bahwa ‘Pada masa Dajal, sarana komunikasi serta perjalanan akan maju hingga derajat demikian: Suatu peristiwa akan terdengar di seluruh dunia dalam satu hari. Ia berseru melalui radio, timur serta barat mendengarnya, dan berita itu akan dibaca dalam seluruh surat kabar. Seseorang akan berkeliling dunia dalam empat puluh hari serta melihat dan mengunjungi tujuh benua serta tujuh puluh pemerintahannya.’ Demikian, sepuluh abad sebelum kemunculannya, riwayat itu memberitahukan telegraf, telepon, radio, kereta api, serta pesawat dengan sifat bermukjizat.

Dajal juga akan terdengar sebagai raja yang amat zalim, bukan sebagai Dajal. Perjalanannya juga demi membangkitkan fitnah serta menyesatkan manusia, bukan demi menguasai setiap tempat. Adapun keledai serta hewan tunggangannya mungkin kereta api: Satu telinga serta satu kepalanya berupa tungku api seperti neraka, sedangkan telinga lainnya dihias serta diperlengkapi dengan indah seperti surga palsu. Ia mengirim musuh-musuhnya ke sisi yang berapi, dan sahabat-sahabatnya ke sisi yang penuh jamuan. Atau keledai serta tunggangannya berupa mobil mengerikan atau pesawat, atau... (harus diam!)