Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 462

Sekarang, di dalam salat, sebuah lintasan datang ke hati: Berdasarkan prasangka baik saudara-saudara yang berlebihan, mereka menantikan pelajaran, pertolongan, dan himmah darimu, baik yang lahir maupun yang maknawi. Sebagaimana dalam urusan dunia engkau telah mewakilkan kepada murid-murid khas dan menyerahkannya kepada musyawarah para rukun, lalu engkau pun tepat; demikian pula dalam urusan ukhrawi, urusan Al-Qur'an, urusan iman, dan urusan ilmu, wakilkanlah kepada Risale-i Nur dan kepada pribadi maknawi murid-muridnya. Pribadi maknawi para murid khas yang tulus lagi ikhlas itu akan menunaikan tugasmu itu bersama tugas mereka sendiri jauh lebih sempurna daripada dirimu. Bahkan sampai sekarang pun mereka senantiasa menunaikannya. Misalnya, orang yang berjumpa denganmu, jika ia mengambil pelajaran dan nasihat sementara sebesar satu dirham

maka dari satu juz Risale-i Nur ia dapat mengambil pelajaran sebesar seratus dirham. Ia pun mengambil nasihat darinya sebagai ganti dirimu, lalu bercakap-cakap dengannya.

Selain itu, para murid khas Risale-i Nur senantiasa menunaikan tugasmu ini. Dan insya Allah pribadi maknawi mereka — yang berada pada maqam yang sangat tinggi dan yang doanya dikabulkan — adalah ustaz dan penolong yang senantiasa menyertai mereka. Demikianlah lintasan itu memberikan hiburan, kabar gembira, sekaligus ketenangan kepada ruhku.