Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 461

Berdasarkan dua sebab yang penting dan satu peringatan yang kuat, hatiku terpaksa menyerahkan seluruh tugas pembelaan kepada para rukun Risale-i Nur yang telah datang dan yang akan datang ke sini. Terutama (H, R, T, F, S) {(Catatan kaki): Hüsrev, Re'fet, Tahir, Feyzi, Sabri.}

Sebab Pertama: Baik di ruang pemeriksaan maupun dari banyak tanda, aku mengetahui dengan pasti bahwa mereka berusaha sekuat tenaga menimbulkan kesulitan terhadapku dan menghindar agar aku tidak mengalahkan mereka dari segi pemikiran; dan secara resmi pun ada pemberitahuan kepada mereka tentang hal itu. Seolah-olah, kalau aku berbicara, aku akan memperlihatkan kemampuan ilmiah dan politik yang sanggup mematahkan hujah mahkamah dan membungkam para diplomat; karena itu dengan berbagai dalih mereka menghalangi aku berbicara. Bahkan dalam pemeriksaan, terhadap sebuah pertanyaan aku berkata: “Aku tidak dapat mengingatnya.” Hakim itu dengan heran dan takjub berkata: “Bagaimana mungkin pemilik kecerdasan dan ilmu yang luar biasa menakjubkan sepertimu bisa lupa?”

Mereka mengira ketinggian Risale-i Nur yang menakjubkan dan penelitian ilmiahnya berasal dari pikiranku, lalu mereka pun merasa gentar. Mereka tidak mau membiarkan aku berbicara. Seolah-olah pula, siapa saja yang berjumpa denganku seketika menjadi murid Risale-i Nur yang rela berkorban. Karena itu mereka tidak mengizinkan orang berjumpa denganku. Bahkan Ketua Diyanet (Urusan Agama) pun berkata: “Siapa pun yang berjumpa dengannya akan terpikat olehnya; daya tariknya kuat.”

Berarti, kebaikan kita sekarang menuntut agar urusanku pun kuserahkan kepada kalian. Dan pembelaan-pembelaanku yang baru maupun yang lama, yang ada di tangan kalian, akan turut serta dalam musyawarah kalian sebagai ganti diriku; itu sudah cukup.

Sebab Kedua: Ia ditangguhkan ke waktu yang lain. Adapun isyarat singkat dari peringatan maknawi itu adalah demikian: sebuah tugas ukhrawi yang sangat kuat dan sebuah keadaan jiwa yang berpengaruh — yang selama dua puluh lima tahun membuatku meninggalkan politik, surat kabar, dan banyak perkara fana lainnya serta melarangku menyibukkan diri dengan semua itu — sama sekali menghalangi aku menyibukkan diri dengan rincian persoalan ini. Kalian, sesekali dengan bermusyawarah bersama dua pengacara kalian, akan menunaikan tugasku juga.