Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 463
Terjadinya dua letusan kecil dalam dua hari ini, tanpa sebab lahiriah apa pun, dengan cara yang menakjubkan lagi penuh makna, tidaklah menyerupai kebetulan.
Yang Pertama: Tungku besi yang kokoh di bilikku tiba-tiba mengeluarkan bunyi seperti tembakan pistol yang keras, lalu besi tebal lagi kuat di bagian bawahnya meletus seperti bom dan pecah menjadi dua. Hamdi si penjahit ketakutan, dan peristiwa itu membuat kami tercengang. Padahal berkali-kali pada musim dingin tungku itu tetap bertahan meskipun membara merah karena batu bara.
Yang Kedua: Pada hari kedua, di bangsal Feyzi dan kawan-kawannya, tanpa sebab apa pun, tiba-tiba gelas yang berada di atas kendi air pecah berkeping-keping dengan cara yang menakjubkan.
Terlintas dalam hati bahwa insya Allah salinan-salinan pembelaan yang dikirimkan kepada enam instansi di Ankara telah meledakkan bom-bom dahsyat yang ditujukan kepada kami tanpa menimpakan mudarat kepada kami; dan tungku kemarahan yang dinyalakan serta dipanaskan untuk melawan kami itu pecah menjadi dua tanpa membahayakan kami. Ada pula kemungkinan bahwa tungku yang penuh berkah itu — satu-satunya kawan bermanfaat yang mendengarkan kepedihan dan permohonanku — sedang mengabarkan kepadaku: “Engkau akan pergi dari penjara dan rumah tahanan ini; aku tidak diperlukan lagi.”