Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 464
Hari ini, dengan sebuah peringatan maknawi, datanglah kepadaku kegelisahan dan kesedihan atas nama kalian. Pada saat yang sama ketika saudara-saudara kita yang ingin segera keluar dan yang cemas memikirkan nafkah penghidupan sungguh-sungguh membuatku merasa pedih dan sedih, datanglah ke hati sebuah lintasan yang penuh berkah berupa satu hakikat dan satu kabar gembira:
Lima hari lagi akan datang syuhur tsalatsah (tiga bulan mulia), yaitu bulan-bulan ibadah yang sangat diberkahi dan sangat besar pahalanya. Jika pahala setiap kebaikan pada waktu lain adalah sepuluh, maka pada Rajab yang mulia ia melampaui seratus, pada Syakban yang agung lebih dari tiga ratus, pada Ramadan yang penuh berkah naik menjadi seribu, pada malam-malam Jumat menjadi ribuan, dan pada Lailatul Qadar naik menjadi tiga puluh ribu. Melewatkan syuhur tsalatsah — yang merupakan pasar suci bagi perniagaan ukhrawi yang mendatangkan sedemikian banyak faedah ukhrawi, balai pameran yang istimewa bagi ahli hakikat dan ahli ibadah, serta yang menjamin bagi ahli iman satu umur delapan puluh tahun dalam tiga bulan — di Madrasah Yusufiyah yang memberikan keuntungan sepuluh untuk satu seperti ini, sudah pasti merupakan keuntungan yang besar. Betapa pun besar kepayahan yang ditanggung, ia adalah rahmat itu sendiri.
Sebagaimana halnya dari sisi ibadah, khidmah Risale-i Nur pun secara nisbi — kalaupun bukan dari segi jumlah, maka dari segi mutu — bernilai lima untuk satu. Sebab orang-orang yang terus-menerus masuk dan keluar di penginapan ini menjadi perantara bagi tersebarnya pelajaran-pelajaran Risale-i Nur. Kadang ikhlas satu orang memberikan faedah sebanyak dua puluh orang. Selain itu, kalaupun ada sedikit kepayahan dan kesusahan demi tersebarnya rahasia ikhlas Risale-i Nur di tengah para tahanan yang malang — yang membawa urat kepahlawanan bercorak politik dan yang sangat membutuhkan hiburan-hiburan Risale-i Nur — hal itu tidaklah penting.
Adapun dari sisi nafkah penghidupan: karena tiga bulan ini memang merupakan pasar akhirat, dan karena masing-masing kalian masuk ke tempat ini menggantikan banyak murid — bahkan sebagian kalian menempati kedudukan seribu orang — sudah pasti mereka akan menolong urusan kalian di luar; maka aku benar-benar merasa lega dan aku pun mengetahui bahwa berada di sini sampai hari raya merupakan nikmat yang besar.