Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!

Sinar-Sinar · hlm. 465

Pertama: Dengan segenap ruh dan jiwa kami, kami ucapkan selamat atas Rajab kalian yang mulia dan atas Lailatur Ragaib kalian esok hari.

Kedua: Janganlah kalian berputus asa, janganlah pula risau dan panik; insya Allah inayah Rabbani akan datang menolong kami. Bom yang sejak tiga bulan ini dipersiapkan untuk menyerang kami telah meledak. Kabar yang disampaikan oleh tungkuku, oleh gelas air Feyzi dan kawan-kawannya, serta oleh dua gelas air Hüsrev ternyata benar. Namun ia tidak dahsyat, melainkan ringan. Insya Allah api itu sepenuhnya

akan padam. Seluruh serangan mereka hanyalah untuk menjatuhkan diriku dan untuk mengeruhkan futuhat Risale-i Nur.

Pukulan yang mereka usahakan sekuat tenaga untuk ditimpakan kepada kami — bersama seorang lelaki yang lebih berbahaya daripada munafik yang telah dikenal di Emirdağ dan yang menjadi alat di tangan kaum zindik yang tersembunyi, serta bersama seorang setengah ulama pelaku bidah — telah turun dari dua puluh menjadi satu. Insya Allah yang satu itu pun tidak akan melukai dan mencederai kami; dan rencana yang mereka pikirkan serta mereka maksudkan, yaitu melarikan kami dari satu sama lain dan dari Risale-i Nur, juga akan gagal.

Demi kehormatan bulan-bulan yang penuh berkah ini dan dengan bersandar kepada pahala yang sangat banyak yang didatangkannya, bersyukur dan bertawakal di dalam kesabaran serta ketabahan, dan berserah diri kepada kaidah مَنْ اٰمَنَ بِالْقَدَرِ اَمِنَ مِنَ الْكَدَرِ adalah hal yang paling perlu; itulah tugas kami.