Tanda Kedua
Sinar-Sinar · hlm. 723
Ayat pertama berjumlah seribu tiga ratus dua puluh dua (1322); maka dengan kedudukan abjad, itulah tarikh ketika penulis Risalei'n-Nur secara langsung mengangkat kepalanya dari ilmu-ilmu alat ﴾اٰلِيَه﴿ lalu menghadap kepada hikmah Qur'ani dan mengambil kedudukan sebagai khadim Al-Qur'an; setahun kemudian ia pergi ke Istanbul dan memulai mujahadah maknawinya.
Adapun ayat kedua: Kedudukan jifirnya berjumlah seribu tiga ratus dua (1302), sehingga dengan tawafuk yang tepat sekali dengan tarikh ketika penulis Risale-i Nur menerima pelajaran Al-Qur'an, ia memandang secara ramzi kepada Resaili'n-Nur yang merupakan burhan Al-Qur'an yang terang.
Adapun ayat ketiga: Karena ia berjumlah seribu tiga ratus tiga puluh delapan (1338), maka dengan tawafuk yang tepat sekali ia memandang secara ramzi kepada tarikh yang sama itu, yaitu ketika penulis Risalei'n-Nur — yang mampu memperlihatkan dan telah memperlihatkan hikmah Qur'ani secara gemilang di hadapan para ahli hikmah Eropa — membela hikmah Qur'ani di "Darul Hikmah al-Islamiyah", bahkan menjawab dengan enam kalimat enam pertanyaan Kepala Pendeta Inggris yang menanyakannya dan meminta jawaban dengan enam ratus kalimat; dan bersamaan dengan itu ia masuk ke dalam khalwat, lalu dengan segenap kesungguhannya mulai mengutip persoalan-persoalan Risale-i Nur dari ilham-ilham Al-Qur'an.