Risale-i NurSinar-Sinar

Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia, Re'fet, Mehmed Feyzi, Sabri!

Sinar-Sinar · hlm. 506

Dengan sebuah isyarat yang keras dan sebuah peringatan maknawi, aku sangat memohon kepada kalian bertiga — demi Risale-i Nur, demi kehormatan hari raya ini, dan demi hak persaudaraan lama kita — agar kalian berusaha mengobati luka baru kami yang dahsyat. Sebab musuh-musuh kami yang tersembunyi menjalankan dua rencana: yang pertama, merobohkan aku dengan berbagai penghinaan; yang kedua, menimbulkan kedinginan di antara kami. Yaitu memisahkan kami satu sama lain dengan kritik, keberatan, dan rasa tersinggung, terutama terhadap Hüsrev.

Aku menyatakan kepada kalian bahwa seandainya Hüsrev memiliki seribu cacat sekalipun, aku takut untuk berdiri melawannya. Sebab, berdiri melawannya sekarang berarti sebuah pengkhianatan besar yang secara langsung melawan Risale-i Nur, melawan diriku, dan berpihak kepada orang-orang yang mencerai-beraikan kami; karena itulah menimpaku sebuah peristiwa yang menakjubkan lagi tanpa sebab, seperti hancur berkepingnya tungkuku. Dan aku pun berkeyakinan bahwa siksaan terakhir yang ditimpakan kepadaku ini juga datang dari hilangnya sikap saling menopang di antara kalian, yang tidak bermakna dan sangat merugikan itu.

Sebuah jari yang dahsyat sedang mencampuri urusan di sini, terutama pada yang keenam. Janganlah kalian membuatku menangis pada hari raya ini; segeralah berdamai sepenuhnya dengan hati.