Risale-i NurSinar-Sinar

Peringatan

Sinar-Sinar · hlm. 1

Risalah ini di mataku sangat penting. Sebab, di dalamnya tersingkap rahasia-rahasia iman yang sangat penting dan sangat halus. Orang yang membaca risalah ini dengan pemahaman, insyaallah akan menyelamatkan imannya. Sayang sekali, karena di sini aku tidak dapat berjumpa dengan siapa pun, aku tidak sempat menyalinnya kembali dengan tulisan yang bersih untuk diriku. Jika engkau ingin mengetahui nilai risalah ini, bacalah lebih dahulu dengan saksama Buah Kedua dan Buah Ketiga yang berada di permulaan, penutup yang berada di akhir, serta persoalan yang terletak dua halaman sebelum penutup itu; sesudah itu telaahlah seluruhnya dengan tenang dan perlahan.

Inilah nukta teragung ketujuh dari enam nukta enam Ismul A'zham, yaitu nukta yang berkenaan dengan "Allahu Ahad".

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ وَ بِه۪ نَسْتَع۪ينُ

Inilah sebuah nukta mengenai tiga buah tauhid yang sangat indah, sangat manis, dan teramat lembut — yang kurasakan melalui sebuah nukta yang menakjubkan dari ayat فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَٓا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ serta melalui isyarat dan ilham sebuah sumpah Nabi yang masyhur — beserta tiga sebab yang mengharuskannya dan tiga hujahnya.

Maka sumpah yang paling sering digunakan dan paling banyak diulang oleh Rasul Yang Termulia صلى الله عليه وسلم setiap kali beliau bersumpah adalah sumpah ini: وَالَّذ۪ى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِه۪. Sumpah ini menunjukkan bahwa lingkaran pohon kainat yang paling luas, ujungnya yang paling jauh, penghujung-penghujungnya, bahkan perincian-perinciannya sekalipun, semuanya terjadi dengan kudrat dan kehendak Zat Yang Wâhid lagi Ahad. Sebab, jika diri Muhammad صلى الله عليه وسلم — makhluk yang paling terpilih dan paling istimewa — tidak memiliki dirinya sendiri, tidak bebas dalam perbuatannya, dan gerak-geriknya terikat kepada kehendak selain dirinya, sudah pasti tidak ada sesuatu pun, tidak ada satu urusan pun, tidak ada satu keadaan pun, dan tidak ada satu sifat pun — baik yang sebagian maupun yang menyeluruh — yang dapat berada di luar lingkaran tasarruf kekuasaan yang meliputi segala sesuatu dan kehendak yang mencakup segalanya itu.

Ya, sumpah Muhammadi صلى الله عليه وسلم yang sarat makna ini menyatakan sebuah tauhid rububiyah yang teramat besar lagi meliputi segala sesuatu. Karena ratusan, bahkan ribuan burhan yang terang untuk membuktikan tauhid ini telah dijelaskan di dalam Risale-i Nur yang merupakan Sirajunnur, maka rincian dan bukti hakikat yang tinggi ini kuserahkan kepadanya; sedangkan dalam Sinar Kedua ini, hakikat iman yang teramat penting itu dibahas secara ringkas dalam tiga maqam (kedudukan). Pada Maqam Pertama akan dijelaskan secara amat ringkas tiga buah menyeluruh dari buahnya yang tak terhingga — buah yang teramat lembut, manis, sangat berharga, dan bercahaya — sekaligus akan diisyaratkan zauk dan perasaanku yang menggiring hatiku kepada buah-buah itu. Adapun pada Maqam Kedua dijelaskan tiga sebab menyeluruh yang mengharuskan hakikat suci ini beserta sebab-sebab yang mewajibkannya, dan tiga sebab itu setara kekuatannya dengan tiga ribu sebab. Dan pada Maqam Ketiga akan disebutkan tiga tanda dari hakikat tauhid itu, dan tiga tanda itu setara kekuatannya dengan tiga ratus tanda, petunjuk, dan dalil.