Risale-i NurSinar-Sinar

(Sebuah surat dari Hüsrev)

Sinar-Sinar · hlm. 525

Ustaz kami tercinta, junjungan kami!

Terhadap para ulama ahli yang dengan laporan-laporan mereka yang penuh niat buruk menggiring Lembaga Peradilan Afyon kepada perhatian yang amat besar terhadap kami, yang membuat Tuan, Ustaz kami tercinta, hidup di bawah tekanan yang keras selama delapan bulan, yang menjadi sebab berlanjutnya penahanan kami bersama kami murid-murid Tuan di penjara Afyon, dan yang menelaah hakikat-hakikat Nur yang menakjubkan laksana mukjizat lagi tidak dapat diingkari itu dengan pandangan yang penuh iri hati — padahal Tuan, Ustaz kami tercinta, dan Risale-i Nur telah berdiam diri selama dua puluh lima tahun, dan padahal membela serta menjaga ahli iman, khususnya para pengemban Al-Qur'an, adalah tugas terbesar para allamah yang mulia itu — maka tulisan-tulisan Tuan yang memaksa Tuan, Ustaz kami tercinta, membalas dengan penuh penyesalan terhadap laporan-laporan mereka yang menghasut dan menggerakkan Lembaga Peradilan Afyon untuk memusuhi kami, tidak diragukan lagi merupakan buah dari kasih sayang Tuan.

Padahal terhadap para alim yang — jangankan membela Tuan, Ustaz kami tercinta, yang selama dua puluh lima tahun dari waktu ke waktu terjun berjuang melawan musuh-musuh tersembunyi Tuan hanya dengan segenggam murid, dan membela Risale-i Nur yang memuat hakikat-hakikat terbesar Al-Qur'an — justru mengambil sikap memusuhi kami pada saat-saat kami paling terancam bahaya, Tuan berhak mengajukan sangat banyak pertanyaan; maka pertanyaan-pertanyaan Tuan yang sangat sedikit itu tidak akan menjadi apa pun selain sebuah peringatan bagi para alim tersebut.

Inayah khusus — yang mengubah segala keputusasaan kami, yang lahir dari sumber-sumber yang pertolongannya sangat kami butuhkan pada saat-saat yang paling genting seperti ini, menjadi sebuah kemuliaan yang besar, dan yang merupakan karunia Ilahi yang sangat besar — kembali menampakkan dirinya di penjara Afyon ini. Bumi yang selama delapan bulan tidak bergetar, ketika kami sedang menuliskan gempa-gempa yang datang bersama serangan musuh-musuh tersembunyi pada masa-masa penyerangan terhadap Tuan, Ustaz kami tercinta, dan terhadap Risale-i Nur, hari ini kembali murka lalu bergetar dengan keras dua kali; dengan itu ia menjadikan kami pun saksi, menguatkan harapan kami, menaruh kasih sayang kepada keadaan Tuan yang secara lahiriah tampak sebatang kara di hadapan serbuan-serbuan paling dahsyat dari musuh-musuh Tuan yang tidak berbelas kasih lagi haus akan kebinasaan Tuan, mengasihani ketidakberdayaan Tuan secara jasmani, datang menolong Tuan, serta membenarkan kebenaran perkara Tuan dengan bumi yang bergetar. Dan dengan mengingatkan kembali kabar-kabar gembira Tuan — "Kemenangan adalah milik kita!" — yang keluar dari pena Tuan yang penuh berkah lalu meninggi dengan sebuah kudrat Ilahi lagi malakuti, ia telah menjadikan kami sangat berterima kasih kepada Tuan, Ustaz kami tercinta. اَلْبَاق۪ى هُوَ الْبَاق۪ى