Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 526
Pertama: Kita harus berhati-hati, bersikap mantap, dan bermusyawarah.
Kedua: Aku menerima peringatan maknawi bahwa Zübeyr diberikan kepadaku sebagai ganti keponakanku yang telah wafat, Abdurrahman, dan Ceylan sebagai ganti keponakanku yang telah wafat, Fuad. Maka aku pun menyerahkan urusanku di sini kepada mereka berdua.
Ketiga: Aku mendapat kabar bahwa majelis mahkamah menjadikan suratku yang telah dimaklumi — yang berada di awal "Maidetü'l-Kur'an" karya Ahmed Feyzi yang sangat giat bekerja namun kurang berhati-hati itu — sebagai dalih (yakni bahwa Said telah membenarkan pujian-pujian tentang dirinya dan hal-hal lainnya), lalu menjadikannya satu sebab bagi penghukumanku. Aku telah berkali-kali mengatakan bahwa sebelum segala sesuatu, Ahmed Feyzi semestinya menerangkan hal itu dan berkata bahwa surat tersebut ditulis untuk menolak surat-surat yang memuji diriku dan untuk meluruskan sebagian yang lain; namun alih-alih demikian, ia justru menuliskan hal-hal yang tanpa perlu membuat mereka murka. Sekalipun aku melihat seribu kekurangan padanya, aku tidak akan tersinggung kepadanya. Akan tetapi, agar tidak datang kerugian kepada Nur, kita harus sampai kadar tertentu menjauhi tindakan yang berani dan kurang berhati-hati.
Keempat: Saudara kita Ahmed Feyzi, salah seorang pahlawan dari kalangan para Feyzi, hendaknya juga bersikap persis seperti Tahirî di dalam madrasahnya, yaitu bangsal Tahirî. Dan menggantikan orang-orang yang telah pergi, hendaklah ia mendorong murid-murid mereka dengan pelajaran Al-Qur'an dan Nur serta dengan tulisan-tulisan. Buku-buku catatan murid-murid baru yang ia kirimkan kepadaku kemarin telah mengubah keadaanku yang sedih menjadi gembira. Aku pun berkata: Alhamdulillah.
Kali ini serangan itu berlangsung dalam lingkaran yang sangat luas, dengan rencana kepala pemerintahan dan kabinet yang sedang menjabat, dan merupakan sebuah serbuan dengan waham yang dahsyat. Menurut kabar yang kuterima dan menurut banyak tanda, dengan laporan-laporan dusta dan tipu daya kaum munafik yang tersembunyi, mereka menggambarkan kami sebagai pihak yang sepenuhnya berkaitan — bahkan barangkali sebagai barisan terdepan — dengan komite khilafah dan dengan perkumpulan rahasia tarekat Naqsyabandi, lalu mendorong pemerintah kepada kepanikan yang besar; mereka pun menjadikan dijilidnya kumpulan-kumpulan besar Nur di Istanbul, tersebarnya ke alam Islam, serta sangat diterimanya kumpulan-kumpulan itu sebagai sebuah dalil, lalu menakut-nakuti pemerintah dan memalingkan para hoca resmi yang iri hati beserta para pegawai yang penuh waham untuk memusuhi kami tanpa belas kasih. Menurut dugaan mereka, pastilah akan terlihat banyak dokumen dan tanda; dan mereka pun berkeyakinan bahwa Said Lama, dengan wataknya, tidak akan sanggup bertahan lalu akan mengacaukan keadaan.
Segala syukur yang tiada terhingga bagi Allah, Dia telah menurunkan musibah itu dari seribu menjadi satu. Di dalam seluruh penggeledahan, mereka tidak dapat menemukan hubungan kami dengan satu perkumpulan atau komite mana pun. Memang tidak ada, maka mana mungkin mereka menemukannya. Karena itu jaksa penuntut umum terpaksa berpegang kepada fitnah-fitnah, kepada makna-makna yang keliru, dan kepada tuduhan-tuduhan kecil yang tidak menimbulkan pertanggungjawaban hukum.
Selama hakikatnya demikian, maka Nur dan kami telah selamat dari musibah itu sampai kadar sembilan puluh sembilan persen. Kalau begitu, bukan mengeluh, melainkan dengan bersyukur ribuan kali kita harus menanti kesempurnaan manifestasi inayah Ilahi ini dengan sabar, syukur, dan permohonan; dan dengan pelajaran-pelajaran Nur kita harus menolong orang-orang yang membutuhkan dan yang merindu, yang terus-menerus keluar dan masuk madrasah ini, dengan memberikan hiburan kepada mereka.