Risale-i NurSinar-Sinar

Melarikan diri dan selamat dari musibah kita ini tidak mungkin dari dua segi:

Sinar-Sinar · hlm. 406

Pertama: Demi takdir Ilahi menyuapkan kepada kita sebagian dari jatah rezeki kita dari tempat ini, bagaimanapun juga kita pasti akan datang ke sini. Dan bentuk yang paling baik adalah yang seperti ini.

Kedua: Kita tidak menemukan kemungkinan untuk selamat dari tipu daya yang diputar terhadap kita. Aku telah merasakannya, tetapi tidak ada jalan keluar. Syekh Abdulhakim dan Syekh Abdulbaki yang malang lagi telah wafat pun tidak dapat selamat. Berarti, di dalam musibah ini, saling mengeluhkan satu sama lain adalah tidak benar, tidak berarti, merugikan, sekaligus merupakan semacam sikap merajuk terhadap Risale-i Nur.

Jangan sekali-kali kalian memandang kegiatan yang ditunjukkan oleh para tokoh inti sebagai sebab musibah ini lalu tersinggung kepada mereka; sebab yang demikian itu berarti menarik diri dari Risale-i Nur dan menyesal telah mempelajari hakikat-hakikat iman. Dan ini adalah musibah maknawi yang lebih besar daripada musibah lahiriah.

Aku pastikan dengan sumpah: Meskipun aku menanggung bagian dari musibah ini dua puluh tiga puluh derajat lebih banyak daripada masing-masing kalian, seandainya musibah yang datang karena kurang hati-hatinya mereka dalam menunjukkan kegiatan dengan niat yang ikhlas ini sepuluh kali lipat lebih besar sekalipun, aku tetap tidak akan tersinggung kepada mereka. Lagi pula, mengajukan keberatan terhadap perkara yang telah berlalu adalah tidak berarti. Sebab perbaikannya tidak mungkin lagi.

Saudara-saudaraku! Rasa cemas melipatduakan musibah; ia menjadi akar untuk menanamkan musibah lahiriah itu ke dalam hati pula; dan ia menyiratkan semacam keberatan dan kritik terhadap takdir serta semacam tuduhan terhadap rahmat. Selama pada segala sesuatu terdapat sisi keindahan, terdapat manifestasi rahmat-Nya, dan takdir bekerja dengan keadilan dan hikmah; maka sudah pasti kita berkewajiban untuk tidak mempedulikan satu kesukaran ringan yang datang karena satu tugas kudus yang pada zaman ini menyangkut seluruh alam Islam.