Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia, dan sahabat-sahabatku yang tulus di rumah tamu dunia ini!
Sinar-Sinar · hlm. 405
Malam ini, dengan urat kemuliaan diri Said Lama, aku memikirkan penggiringan kita bersama-sama ke mahkamah dengan tangan terbelenggu di tengah para prajurit bersangkur. Datanglah kemarahan yang keras. Tiba-tiba diingatkan ke dalam hati:
Bukan kemarahan, melainkan dengan kebanggaan yang sempurna, dengan syukur dan kegembiraan, keadaan ini harus disambut. Sebab, di dalam pandangan para malaikat dan makhluk-makhluk ruhani yang berkesadaran dan tidak terhitung jumlahnya, dan di dalam pandangan ahli hakikat, orang-orang yang berhati nurani, serta para pemilik iman tahkiki dari kalangan manusia, mereka tampak dalam rupa satu rombongan pahlawan yang menantang zaman ini di jalan haq, hakikat, Al-Qur'an, dan iman. Menghadapi penghargaan dan pujian yang tinggi dari mereka — yang menunjukkan sambutan rahmat Ilahi dan diterimanya mereka di sisi Ar-Rabb — pandangan menghina dari segelintir orang yang bergelandangan, nakal, dan berfoya-foya tidak dapat memiliki arti apa pun.
Bahkan pada suatu hari, ketika aku pergi dengan kereta karena sakit, aku merasakan beban yang sangat berat. Kemudian, ketika aku pergi bersama kalian dengan tangan terikat seperti kalian, aku merasakan hati yang sangat lapang dan rasa lega yang maknawi. Berarti keadaan itu bersumber dari rahasia ini.
Sebagaimana sering kukatakan, aku ulangi lagi bahwa di dalam sejarah tidak terlihat orang-orang yang — seperti murid-murid Risale-i Nur — menunaikan demikian banyak khidmah di jalan haq, memperoleh demikian banyak pahala, namun menanggung demikian sedikit kesukaran. Seberapa pun kesukaran yang kita tanggung, ia tetap murah.