Saudara-saudaraku yang Aziz lagi setia!
Sinar-Sinar · hlm. 404
Jangan sekali-kali kalian berbantah-bantahan, sebab telinga para mata-mata akan mengambil keuntungan darinya. Dalam keadaan kita sekarang, siapa yang berbantahan — baik ia benar maupun salah — dialah yang salah. Sekiranya ia memiliki hak sebesar satu dirham, dengan perbantahan itu ia dapat menimpakan kerugian seribu dirham kepada kita. Aku ulangi sebuah kisah yang dahulu pernah kusampaikan kepada saudara-saudaraku yang mudah tersinggung di penjara Eskişehir:
Pada Perang Dunia Pertama dahulu, kami berada sebagai tawanan di sebuah bangsal panjang di utara Rusia bersama sembilan puluh orang perwira kami. Karena orang-orang itu menaruh perhatian kepadaku jauh melampaui kadarku, dengan nasihat aku tidak membiarkan timbulnya keributan. Akan tetapi, tiba-tiba sifat mudah tersinggung yang lahir dari ketegangan saraf dan kesempitan hati mulai menimbulkan perbantahan yang sengit. Maka aku berkata kepada tiga empat orang: "Di mana pun kalian mendengar keributan, pergilah dan bantulah pihak yang salah." Mereka pun berbuat demikian, lalu lenyaplah perbantahan yang merugikan itu. Mereka bertanya kepadaku: "Mengapa engkau mengambil tindakan yang tidak adil ini?" Aku menjawab: Orang yang benar itu berlaku insaf; ia mengorbankan haknya yang satu dirham demi manfaat seratus dirham bagi ketenangan bersama. Adapun orang yang salah, pada umumnya ia dipenuhi ananiyah, tidak mau berkorban, sehingga keributan pun bertambah.
Saudara-saudaraku! Bacalah dengan saksama dan berulang-ulang bagian-bagian yang ditulis di dalam risalah surat-surat kecil sebagai sumber hiburan, kesabaran, dan ketabahan. Aku adalah yang paling lemah di antara kalian dan yang paling banyak menanggung bagian dari musibah yang menyesakkan ini. Alhamdulillah aku bertahan, dan aku sama sekali tidak tersinggung kepada mereka yang menimpakan seluruh kesalahan kepadaku; bahkan terhadap mereka yang — karena perkara ini satu dan tidak terpisah — hanya membela diri sendiri, lalu
secara tersirat menimpakan tuduhan perkumpulan dan kesalahan itu kepada kami, aku pun tidak merasa keberatan. Selama kita bersaudara, aku memohon kepada kalian agar meniru aku dalam kesabaran ini.